SSB Merupakan Garda Terdepan Dalam Memajukan Sepakbola di Nusantara

Latihan Akademi PSP Padang.

Latihan Akademi PSP Padang.

Advertisements

Padang, PADANGTODAY.com-Sekolah Sepak Bola (SSB) merupakan garda terdepan untuk memajukan dunia persepakbolaan di Nusantara. Hal ini merupakan akar rumput (grassroot) pembinaan sepakbola di Indonesia.

SSB mulai mengepakkan sayapnya pada era 90-an diawali di Kota-Kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Makasar dan Medan. Namun saat ini, keberadaan SSB sudah menyebar ke semua Pelosok Nusantara dan dari SSB inilah dibentuk para pemain usia dini, remaja, usia muda dan yunior sebelum melangkah ke level senior.

Banyak pemain sepakbola dari SSB mengawali karirnya di Level Kompetisi Amatir seperti Divisi I, II, III. Hal ini menjadi batu loncatan sebelum mereka mengarungi Kompetisi Profesional di Indonesia, seperti Liga Divisi Utama dan Liga Super Indonesia.

Realita pembinaan sepakbola pada ruang lingkup SSB sangat kurang sekali mendapatkan perhatian yang serius dari PSSI, Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kota/ Kabupaten, kalaupun ada itu dapat dihitung jari saja.

Mereka menghidupi organisasi SSB nya dengan susah payah mencari donatur dan sponsor ditengah masyarakat. Karena mereka butuh biaya untuk latihan rutin, ujicoba dan pertandingan.

Salah satu pejabat pemerintah kota yang selalu konsisten dan komitmen dalam memajukan pembinaan sepakbola yaitu Walikota Padang. Banyak hal yang sudah beliau perbuat untuk sepakbola, sejak beliau menjadi Wakil Ketua DPRD Sumbar Periode 2004 – 2009 ada beberapa Klub sepakbola yang beliau bantu untuk berkembang. Kemudian, saat beliau menjabat sebagai Wakil Walikota Padang Periode 2009-2014 beliau dipercaya menjadi Ketua Umum PSP Padang. Pada periode ini beliau lebih banyak lagi berbuat untuk pembinaan sepakbola. Walaupun dengan dana terbatas yang dimiliki PSP Padang dari Hibah APBD Kota Padang, dimasa itu Turnamen Sepakbola Usia 11, 13, 15, 17, 19 & 21 dapat digelar di Kota Padang. Banyak juga teman-teman beliau yang datang membantu dari segi pendanaan untuk suksesnya acara tersebut. Termasuk bantuan untuk mengikuti Kompetisi PSSI Piala Suratin dan Kompetisi PSSI Divisi Satu.

Komitmen H. Mahyeldi, SP ini dalam memajukan sepakbola ini bertambah meningkat disaat beliau menjabat sebagai Walikota Padang untuk Periode 2014 – 2019, beliau tidak meninggalkan jabatannya menjadi Ketua Umum PSP Padang. Hal ini menjadi angin segar bagi Pecinta PSP Padang, karena PSP Padang kembali dipimpin oleh Sang Wakikota Padang.

Langkah pertama beliau bersama legislatif pada Tahun 2014 meningkatkan Dana Bantuan Hibah untuk PSP Padang sebesar 200 %.

Prestasi PSP Padang langsung meningkat dengan signifikan. Tim Senior PSP Padang yang mengikuti Kompetisi PSSI Divisi Satu dan Tim Yunior PSP Padang yang mengikuti Kompetisi PSSI Piala Soeratin berhasil Lolos dari Babak Regional Sumatera dan Babak 24 Nasional. Kedua Tim ini mampu menembus Babak 12 besar Nasional dan meraih peringkat 7 Nasional.

Pada awal Tahun 2015 yang lalu, beliau juga sukses membangkitkan kembali dan melaksanakan Turnamen Sepakbola bergengsi yang sudah 22 Tahun terbenam yaitu Piala Walikota Padang.

Tak tanggung-tanggung Klub sebesar Persib Bandung dan Selangor FC (Malaysia) menjadi peserta turnamen ini. Padahal sebelumnya, pada tahun 2014 yang lalu menjadi Kampiun di Negara masing-masing.

Pada bulan April 2015 beliau juga dicalonkan menjadi salah seorang Anggota Komite Eksekutif PSSI Pusat pada Kongres PSSI di Surabaya, dari 12 orang exco yg terpilih, beliau berada di posisi ke 13, hanya beliau wajah baru yang sempat menghentakkan arena Kongres PSSI pada saat itu. Karena beliau nyaris saja terpilih pada saat itu dengan perolehan 35 Suara dari Voters.

Walaupun gagal menjadi salah seorang Anggota Exco di bawah kepemimpinan La Nyalla Mattaliti (Ketum PSSI Pusat Periode 2015-2019), bulan Mei 2015 beliau masih dipercaya oleh PSSI menjadi salah seorang pengurus sebagai Anggota Special Taskforce Millenium Development PSSI. Namun saat ini, dunia persepakbolaan indonesia sedang dihukum oleh FIFA, karena terjadinya kisruh antara Pihak PSSI dan Kemenpora RI.

Kisruh berkepanjangan yang membuat semua kompetisi terhenti, tidak membuat beliau menyurutkan semangat dan komitmennya untuk memajukan sepakbola.

Hal ini dibuktikan pada bulan Juni 2015 Akademi Sepakbola PSP Padang telah resmi diperkuat oleh 19 orang Pandeka Mudo dan didukung penuh oleh Pemerintah Kota Padang. Adapun bentuk dukungan tersebut misalnya, tersedianya anggaran, penempatan sekolah untuk para pemain dan asrama untuk penginapan.

Akademi Sepakbola PSP Padang yang dipimpin oleh H. Agus “ABIN” Suardi sebagai Direktur, Editiawarman sebagai Manager Tim dan Robbi Malvinas sebagai Administrator telah memilih para pemain yang telah melewati rangkaian seleksi yang sangat ketat dari pantauan pelatih-pelatih terkenal di Sumatera Barat (H. Suhatman Imam, Indra Sjafri dan Syafrianto Rusli).

Mereka yang terpilih ini berasal dari pembinaan yang dilaksanakan oleh SSB-SSB yang ada di Kota Padang. Selanjutnya, tidak tertutup kemungkinan akan ditambah melalui pemain SSB yang ada di seluruh Sumatera Barat.

Adapun SSB yang berhasil mengisi skuad Akademi Sepakbola PSP Padang yang dilatih oleh Tri Atmaja, Satria Feri, David Afri Ardhi dan Dicky Jamalis adalah sebagai berikut :

1. Pemain dari SSB PSTS Tabing sebanyak 6 orang :

Jumara Arsad (Stoper), Aprialdi Saputra (Bek Kiri), Yazid Zinedine Zidane, Muhammad Habib Fadrian (Tengah), Muhammad Avito Arsa (Sayap Kanan), Dion Riski Febrian (Penyerang).

2. Pemain dari SSB Semen Padang sebanyak 4 orang :

Bagus Putra Dwi Riyanto (Kiper), Agung Satria (Stoper), Fahmi Saputra (Bek Kanan), Muhammad Tegar Samudra (Bek Kiri).

3. Pemain dari SSB Ripan’s Lb. Buaya sebanyak 3 orang :

Iqbal Akbar Arzul (Kiper), Muhammad Hafish Riski (Bek Kanan), Refnaldi (Penyerang).

4. Pemain dari SSB Putra Ranah Minang sebanyak 2 orang :

Teuku Muhammad Raffli (Stoper), Bima Rahmatullah Amiyadi (Tengah).

5. Pemain dari SSB Astaga Durian Tarung sebanyak 1 orang :

Fabio Olivero (Stoper).

6. Pemain dari SSB Putra Wijaya sebanyak 1 orang :

Muhammad Hafiz Ardhi (Sayap Kiri),

7. Pemain dari Akademi Sepakbola Tuah Sakato (Kab. Padang Pariaman) sebanyak 2 orang :

Edo Sulis (Gelandang Sayap), Muhammad Faisal (Penyerang).

Beginilah komitmen seorang
H. Mahyeldi, SP dalam memajukan dunia persepakbolaan di Indonesia.
Seharusnya kebijakan seperti inilah yang diakomodasi oleh para Walikota / Bupati dan Gubernur se-Indonesia.
Maka, yakinlah Sepakbola Indonesia kembali menjadi “MACAN ASIA”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*