Suami-Istri Tewas Tertabrak Mobil Panther

Ilustrasi

Ilustrasi

Advertisements

Banyumas, PADANGTODAY.COM-Sungguh tragis kecelakaan maut yang menimpa sepasang suami istri. Keduanya yang berboncengan sepeda motor tewas setelah tertabrak mobil Panther, Jumat (3/7) pagi kemarin. Mereka bahkan terpental sampai sejauh 10 meter sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

Kecelakaan maut itu terjadi di jalan kabupaten antara Kecamatan Cilongok-Patikraja, tepatnya masuk RT 07 RW 02 Desa Kasegeran Kecamatan Cilongok. Tragedi itu melibatkan satu mobil dan dua sepeda motor.

Korban meninggal adalah pasangan suami istri yaitu Samsi (49) dan Parni (45). Keduanya warga RT 3 RW 3 Desa Kaliputih, Kecamatan Purwojati. Sedangkan korban selamat yakni Joko Triono (48) warga RT 7 RW 6 Desa Panusupan, Kecamatan CIlongok.

Mobil Panther warna hitam dengan nopol R 9144 KH dikemudikan Hery Hartoyo (27) warga Slawi Kabupaten Tegal. Dia melaju dari arah Cilongok atau selatan sebelum menabrak dua sepeda motor dari arah berlawanan.

Sepeda motor yang pertama ditabrak mobil Panther adalah Vario dengan nopol R 6839 CJ yang dikendarai Joko Triono. Korban terpental dua meter dan selamat tetapi mengalami luka pada kaki kanan.

Kemudian, sepeda motor yang berada di belakang Vario, yaitu Jupiter warna hijau dengan nopol R 3208 RE dikendarai Samsi yang berboncengan dengan istrinya, Parni. Korban terpental sampai 10 meter. Keduanya meninggal di tempat.

Posisi terakhir, korban Samsi berada di bawah mobil yang menabrak tembok teralis masjid dengan tangan kiri terputus dan luka di bagian dada robek. Sementara korban Parni berada di depan mobil atau dekat dengan sepeda motornya. Dia mengalami luka parah di bagian kepala.

Salah satu saksi kecelakaan, Winarso (37) warga RT 7 RW 2 Desa Kasegeran, Cilongok menuturkan, mobil panther melaju dari arah Cilongok dengan kecepatan tinggi. Memasuki tikungan yang menanjak, posisi mobil terlalu ke kanan. Sementara, dari arah berlawanan ada dua sepeda motor melaju.

“Saya sedang berada di depan bengkel dekat lokasi kejadian. Saya melihat mobil melaju kencang dan pertama menabrak sepeda motor Vario, kemudian menabrak Jupiter. Memang posisi mobil terlalu ke kanan, dua sepeda motor tidak bisa menghindar,” tuturnya.

Setelah menabrak motor ke dua, mobil berhenti karena menabrak tembok teralis masjid yang berada di sisi kanan jalan.

“Kalau tidak menabrak tembok, mobil masuk ke sungai kecil. Sepeda motor Jupiter dan Vario rusak parah, untuk mobil rusak dibagian depan,”katanya.

Tabrakan keras menyebabkan warga yang berada di dalam rumah berhamburan keluar. Mereka lalu mendapati korban meninggal kondisinya sudah mengerikan. Warga langsung laporan ke Polsek CIlongok dan dilanjutkan ke Poslantas Ajibarang.

Sopir mobil Panther, Hery Hartoyo (27) saat ditemui di Mapolsek CIlongok mengatakan, dalam satu mobil ada tiga penumpang yaitu anak dan kedua orang tuanya akan menuju ke Desa Panusupan, Cilongok dari Tegal.

“Saya akan ke rumah orang tua istri saya di Panusupan bersama dua orang tua saya dan anak,” katanya.

Saat kejadian, ia mengaku panik setelah menabrak sepeda motor yang pertama. Dia lalu tidak bisa mengendalikan kendaraan dan tidak melihat ada sepeda motor lagi di depannya.

“Saya panik sehingga tidak bisa mengendalikan mobil, apalagi mau mengerem. Tangan dan kaki sudah gemeteran,” ujarnya.

Kaposlantas Ajibarang, Aiptu Miswanto mengatakan, kecelakaan yang melibatkan mobil dan dua sepeda motor mengakibatkan dua orang meninggal di lokasi yaitu pasangan suami istri. Satu korban mengalami luka di bagian kaki.

“Penyebab kecelakaan masih kami selidiki. Untuk sementara sopir sudah kami amankan bersama dua sepeda motor dan satu mobil,” jelasnya.

Sementara itu, lalu lintas di jalan kabupaten sempat tersendat akibat banyaknya warga yang ingin melihat lokasi kejadian dari dekat.
(gus/jpnn/mms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*