Sukses, Asosiasi Lumuik Suliki Akhirnya Bentuk Koperasi

Rapat Asosiasi Lumuik Suliki-Camat Suliki Ricky SSos dan Ketua Asosiasi Khairul Apit

Rapat Asosiasi Lumuik Suliki-Camat Suliki Ricky SSos dan Ketua Asosiasi Khairul Apit

Advertisements

Suliki, PADANGTODAY.com-Meski terlambat, rapat evaluasi Pameran dan Lelang Lumuik Suliki, dilangsungkan Kamis sampai Jumat dinihari (26-27 Februari) di Gedung Unit Daerah Kerja Pembangunan (UDKP). Rapat yang dipimpin Ketua Asosiasi Lumuik Suliki dihadiri oleh Camat Suliki Ricky SSos.

”Persiapan kita sangat kasip, terutama banyak kesalahan dan catatan dan kritisi banyak orang terhadap kinerja panitia pelaksana, namun kita maklum. Namun, hasil pameran 4 hari itu, sungguh luar biasa. Ramainya pengunjung sudah membuktikan Suliki pantas dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata cinderamata,” ujar Khairul Apit yang juga Wali Nagari Pandam Gadang itu, saat membahas kegiatan di rapat.

Rapat yang mengundang seluruh pengrajin dan penggiat Batu Akik Lumuik Suliki itu, sempat buyar sebab sempat mundur 1,5 jam lamanya. Namun, kesibukan Ketua Asosiasi Lumuik Suliki yang melayani masyarakatnya siang dan malam, dimaklumi peserta rapat.

Meski, laporan Bendahara Ferry Zulhasdi dan Sekretaris Dodi Yanto, masih ada sisa anggaran acara yang minus, sebab tidak imbangnya antara biaya kegiatan dengan sewa tempat pedagang yang hanya Rp250 ribu selama 4 hari, namun Khairul Apit meminta hal itu dipahami. Artinya, menurut Apit ini adalah pengorbanan untuk kesejahteraan masyarakat.

”Apa yang kita sempat mimpikan bahkan 2 minggu sebelum Pameran dan Lelang Batu Akik Lumuik Suliki, kini telah sukses luar biasa. Saya pribadi akan membantu melunaskan semua anggaran yang minus itu,” ungkap Khairul Apit tulus.

Sebelumnya ia menyampaikan bahwa panitia mendapat bantuan dari Bank Nagari, Camat Gunuang Omeh, Camat Suliki, Dinas Sosial Limapuluh Kota, Bupati, Wakil Bupati, Wakil Ketua DPRD Payakumbuh, serta lainnya. Meski minus, kegiatan itu tidak merugi.

Tidak merugi. Justru masyarakat untung besar. Banyak keuntungan yang diperoleh dari kegiatan selama 4 hari itu. Ekonomi warga Suliki, khususnya pedagang, parkir, serta jasa lainnya, meroket. Ini, kata Khairul Apit sebagai multiplier effect batu akik Lumuik Suliki terhadap semua sumber daya di Suliki, Gunuang Omeh dan sekitarnya.

Camat Suliki, Ricky SSos mengatakan bahwa panitia telah berbuat yang terbaik bagi masyarakat Suliki. Aplus dan apresiasi kepada Asosiasi Lumuik Suliki yang berbuat untuk kemaslahatan warga, khususnya di Kecamatan Suliki.

Lalu, Camat muda yang bervisi ini menjelaskan bahwa tren batu akik ke depan harus disikapi dengan kecerdasan serta keterampilan di bidang lain. Termasuk kerja utama masyarakat, semisal berladang dan ke sawah, jangan sampai ditinggalkan. Sebab, kerja utama ini adalah landasan hidup warga sejak lama.

”Banyak kita saksikan, meski kerja wajib mereka ke sawah, tetapi dengan mengisi waktu berkreatifitas ekonomi, banyak warga yang ternaikkan ekonominya. Namun, pasak utama jangan ditinggal. Sebab, itulah penyelamat ekonomi manakala yang sekunder itu sedang turun trennya,” ungkap Camat Ricky SSos.

KOPERASI

Usulan Khairul Apit tentang akan dibentuknya Koperasi Lumuik Suliki, yang akan mendukung segala hal terkait sumber daya, alat, dan penjualan dan permodalan usaha batu akik Lumuik Suliki, disambut gembira oleh peserta rapat. Bahkan salah seorang tokoh masyarakat mengatakan, niat baik jangan ditunda. ”Kami setuju!” katanya.

Hal utama yang menjadi soal, kini terjawab sudah. Seluruh peserta rapat bersemangat melanjutkan Asosiasi Lumuik Suliki mendirikan Koperasi Lumuik Suliki. Peran koperasi nantinya akan membantu penjualan dan marketing agar batu akik Lumuik Suliki lebih baik lagi.

”Selama ini, kita berdagang batu akik secara aneh. Menurut saya, mengantarkan hasil kerja kita ke Payakumbuh dan Bukittiggi atau ke daerah lain justru merendahkan harga tawar batu akik kita,” ujar Khairul Apit.

Nantinya, seluruh buyer atau pembeli akan datang ke Suliki, memesan batu akik hasil olahan ke Suliki, sehingga harga tawar sudah bisa ditinggikan oleh koperasi. Sebab, saat bahan baku masih banyak saat ini, memang pendapatan bisa tinggi sebab volume produk juga tinggi.

Namun, saat volume produksi turun, maka pendapatan jelas ikut menurun. Hal inilah yang harus diantisipasi oleh Koperasi Lumuik Suliki dengan memberikan layanan penjualan yang berharga terbaik bagi produk Lumuik Suliki. Tentu, harus dengan kualitas yang terbaik pula.

”Sepakat, saya ikut serta!” Saiful Hadi Datuak Bagindo Bossa Nan Kayo, sumando Rang Mudiak ini langsung tunjuk tangan. Formulir pendaftaran kemudian dibagikan pengurus Asosiasi Lumuik Suliki serta dibantubagikan oleh Dr (HC) Awaluddin Ayyub putra Gunuang Omeh, yang memoderasi rapat tersebut.(Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*