Susi Pudjiastuti Menerima Laporan Kapal Berbendera Indonesia Tertangkap di Phuket

Susi Pudjiastuti

Susi Pudjiastuti

Advertisements

PADANGTODAY.COM– Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menerima laporan kapal berbendera Indonesia tertangkap di Phuket, Thailand. Kapal bernama Kunlun tersebut mengangkut puluhan pelaut Indonesia.

“Kaptennya warga negara Peru, ada 4 perwira asal Spanyol dan 32 anak buah kapal warga negara Indonesia (WNI). Status ABK WNI bisa dipulangkan setelah dokumen diselesaikan,” ujar Susi di Jakarta, Rabu (8/4).

Susi meminta Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) Thailand selaku pelapor, turun tangan langsung menyelesaikan persoalan tersebut dan tidak perlu mengandalkan pemilik kapal. Pasalnya, agen bisa berbuat culas dengan tidak memulangkan ABK WNI dan mengirimnya ke kapal lain.

Susi belum yakin Kunlun berbendera Indonesia tersebut. Selain sering berganti nama, kapal tersebut juga tak mendapat izin dari Kementerian Perhubungan.

“Kunlun ini, pernah bernama Black Moon, Galaxy dan Dorita. Kapak tersebut juga pernah memiliki bendera Korea Utara, Tanzania, Panama, Indonesia dan Afrika. Kunlun dan Yongding pernah sama-sama di Australia dan tertangkap kapal Australia, konfrontasi dengan kapal Australia Barat. Mereka terkait Spanish,” kata dia.

Menurut Susi, penangkapan ikan ilegal selama ini tertutup rapi tanpa ada orang yang berani mengungkap secara tuntas. Kapal-kapal asing pun, kata dia, mencari berbagai upaya agar tidak mudah terlacak maupun tertangkap meski dengan menggunakan cara kotor seperti suap.

“Contohnya, kapal-kapal Thailand, pakai ABK asal Myanmar menangkap ikan di Indonesia. Tidak punya jaringan di sini, beroperasi di wilayah atau laut terpencil seperti Tanjung Balai, Wanam, Benjina yang tak mungkin sampai tanpa penerbangan perintis. Ini adalah kejahatan yang besar,” jelas dia.

Untuk itu, dia komitmen dengan tegas untuk memerangi ilegal fishing lantaran penangkapan ikan ilegal sangat merugikan perekonomian Indonesia dan mengurangi pendapatan nelayan.

“Ini bukan main-main, kita ingin mengembalikan kehebatan negara Indonesia sebagai negara maritim. Makanya prioritas tahun ini dan tahun depan, ingin memberantas illegal fishing. Misal terbongkarnya kasus Benjina yang ditutupi sejak bertahun-tahun,” pungkas dia.

(yud/uil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*