Syok, Akan Ditahan di Lapas Muaro, Tersangka Kasus Korupsi MTsN Barulak Pingsan

Fhoto : Salah seorang tersangka kasus dugaan korupsi MTsN Koto Nan Tuo Nagari Barulak, Kabupaten Tanah Datar, Rita (39), pingsan di ruang penyidik kejaksaan Batusangkar saat hendak di bawa ke LP Muaro (gmr: bawah).
Dan dua orang tersangka lainnya Datu (46) Kepala Sekolah MTsN Koto Tuo (baju lengan panjang) dan salah seorang pelaksana kegiatan CV. Grafika Engineering, Ridwan (37) saat dibawa mobil petugas menuju LP Muaro Padang.(ddy)

Advertisements

Tanah Datar, www.padang-today.com,-Syok, hendak ditahan kejaksaan, seorang tersangka kasus dugaan korupsi  kegiatan paket pekerjaan pembangunan Dam MTsN Koto Nan Tuo Barulak, Kecamatan Tanjung Baru Kabupaten Tanah Datar, pingsan di ruang penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Batusangkar, Rabu (14/03/2018).

Hari itu, tiga tersangka kasus dugaan korupsi yang terjadi pada tahun 2015 itu, ditahan tim penyidik kejaksaan Batusangkar. Saat akan dilakukan penahanan salah seorang tersangka Rita (39) pada saat kegiatan bertindak sebagai konsultan pelaksana pingsan, diduga tersangka ketakutan karena akan “diinapkan” di Lapas Muaro Padang.

Dua tersangka lainnya yang ikut ditahan tim penyidik pidana khusus (pidsus) itu adalah Kepala Sekolah MTsN Koto Nan Tuo, Datu (46) selaku Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta Ridwan (37) selaku pelaksana pekerjaan CV. Grafika Engineering namun tidak masuk dalan kepengurusan perusahaan, hanya melaksanakan pekerjaan dengan membayar fee kepada pihak CV. Grafika.

Kepala Kejaksaan Negeri Batusangkar, Mhd. Fatria didampingi Kasi Pidsus Atmariadi kepada www.padang-today.com mengatakan, jika ketiga tersangka sudah dinyatakan lengkap berkasnya (P21) dan segera dilimpahkan ke penuntutan.

“Ketiganya diduga secara bersama sama dengan melawan hukum melakukan penyimpangan dalam kegiatan paket pekerjaan pembangunan Dam di MTsN Koto Nan Tuo, Nagari Barulak, sumber dananya berasal dari Kementrian Agama Ditjen Pendidikan Islam Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2015 lalu,” ungkap Mhd. Fatria.

Sebut Kajari, mereka (ketiga tersangka) disebut sebagai orang yang bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatan pembangunan dam pada MTsN tersebut dengan kerugian negara lebih kurang Rp 117.723.000 juta dari pagu anggaran sejumlah Rp 150 juta.

“Saat akan dilakukan penahanan, satu tersangka, yakni Rita yang pada saat itu menjabat sebagai direktris CV. Arista Consultant pingsan di ruang pemeriksaan bagian Pidsus. Dan untuk memenuhi haknya kita mendatangkan tim medis dan dilakukan kroscek kesehatan tersangka,” ungkap Kajari.

Hasil pemeriksaan medis kata Kajari Mhd. Fatria, kondisi tersangka Rita secara umum normal, tersangka hanya mengalami syok dan tensi naik, efek akan dilakukan penahanan.

“Setelah mempertimbangkan pendapat Jaksa Penyidik, Kasi Pidana Khusus dan berdasarkan ketentuan KUHAP serta untuk percepatan penanganan perkara, maka ketiganya dilakukan penahanan,” sebutnya

Dalam kasus yang sama ungkap Kajari, pihaknya juga memeriksa salah seorang PTK (Pengelola Teknis Kegiatan) berinisial FMA dalam penuntutannya terpisah.

Terbongkarnya kasus dugaan korupsi ini, oleh Kejaksaan Negeri Batusangkar, sangat diapresiasikan oleh praktisi hukum Romi Martianus.

“Apalagi kasus seperti ini sangat merugikan dunia pendidikan, dan hal itu dilajukan oleh kejaksaan tanpa tebang pilih, sebagai bagian dari masyarakat juga, saya juga meminta kepada warga untuk tidak takut melaporkan kepada pihak hukum jika melihat adanya tindakan yang merugikan kgususnya korupsi di lungkungannya,” tutur pengacara ini. (ddy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*