Tahun ini “Puso” di Tanahdatar Sentuh 839 Ha

Edi Warman Kadistanbunhut Kabupaten Tanahdatar

Edi Warman Kadistanbunhut Kabupaten Tanahdatar

Tanah datar, PADANGTODAY.com – Dari hasil data Distanbunhut 14 kecamatan yang ada di kabupaten Tanahdatar, hanya tiga kecamatan yang tidak terkena dampak berarti dari musim kemarau panjang Juni-agustus tahun ini, yakni kec. X koto, Batipuh dan Batipuh selatan.

Angka puso (gagal panen.red) mencapai kurang dari 25% dari hasil yang semestinya di dapat tahun ini cukup tinggi.

Dari hasil data sementara yang telah dilaporkan penyuluh Lapangan di dapat sebanyak 839,7 hektar lahan sawah di seluruh kab. Tanah Datar.

Kadistanbunhut Tanahdatar, Edi Arman ditemui PadangToday.com, Selasa (9/09) menyatakan, kondisi ini memang tidak dapat terelakan lagi. Selain musim kemarau selama tiga bulan terakhir, juga kondisi saluran irigasi yang sangat memprihatinkan membuat banyak petani merugi.

“Kami dari dinas pertanian, perkebunan dan kehutanan tidak akan tinggal diam menyikapi musibah besar ini. Kita sedang berupaya menyampaikan hal ini kepada pemda Tanahdatar dan Kementrian Pertanian RI. Terutama bagi petani yang panen kali ini tergolong kedalam “puso” untuk bisa mendapatkan bantuan sebagai rasa simpati terhadap musibah massal ini,” ujar Edi Arman.

Ditambahkannya, saat ini Distanbunhut baru sampai tahap pengumpulan dan verifikasi data data dilapangan, dan setelah semuanya terkumpul baru dapat mulai mengajukan permintaan bantuan untuk para petani ini

“Harapan kami kepada para petani yang panen kali ini masuk kategori “puso” agar pro aktif mendatangi penyuluh pertanian dan wali nagari untuk segera melaporkan agar data data kita nanti bisa lebih akurat,” harapnya.

Terpisah, Ali Umar, koordinator PHP (Pengamat Hama dan Penyakit) Dinas Pertanian Kabupaten mengatakan sebenarnya dinas pertanian telah memberikan peringatan kepada petani melalui penyuluh-penyuluh lapangan yang ada di tiap tiap nagari di Tanahdatar ini melalui kelompok kelompok tani yang ada.

“Kami sebenarnya sudah menjelaskan kepada petani mengenai perkiraan iklim Juni sampai Agustus, musim kemarau yang cukup panjang akan datang, berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika di sicincin. Namun karena mei 2014 kemaren, hujan turun dengan curah yang cukup tinggi, para petani akhirnya mengabaikan peringatan dari penyuluh mereka dan tetap menyebar benih ke sawah mereka dan akhirnya banyak yang merugi,” jelasnya. (rommy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*