Tak Masuk Bursa, Bacaleg Gerindra Ribut

Advertisements

    Padang-today.com – Bakal calon legislatif (bacaleg) Partai Gerindra Sumbar demo karena tidak masuk dalam daftar pencalonan di partai itu.

“Buntut pencalon dari partai Gerindra berimbas dari kader serta bacaleg. Bacaleg Gerindra terkejut nama tidak masuk kedalam pencalonan yang dikirim ke KPU,”kata Hanafi zein Dewan Penasehat DPD Gerindra Sumbar.

Ia menjelaskan, sebelumnya DPP Gerindra mengeluarkan DCS pada 14 Juli 2018 ditandatangani Prabowo Subianto sebagai Ketua dan Ahmad Muzani Sekretaris DPP Gerindra diteruskan ke DPD Gerindra Sumbar.

“Namun DCS tersebut berubah, bacaleg masuk dalam DCS partai Gerindra hilang di ganti dengan nama lain ketika di masuk ke SILON KPU Sumbar,”ujarnya.

Ada beberapa dapil DPRD Sumbar mengalami perubahan. “Ini yang di pertanyakan bacaleg yang namanya hilang begitu saja dalam daftar nama di partai Gerindra,”jelas

Sementara itu Indra Kasman salah seorang bacaleg menyatakan namanya hilang dalam daftar pencalonan legislatif di Partai Gerindra Sumbar.

“Awalnya dalam DCS yang dikeluarkan DPP Gerindra pada 14 Juli 2018,”katanya

    Dalam DCS yang dikeluarkan DPP pada 14 Juli 2018, namanya berada di posisi 5 Dapil II Sumbar untuk DPRD Sumbar. Namun saat penyerahan daftar nama bacaleg ke KPU,namanya hilang di gantikan oleh bacaleg lain.

“Bacaleg yang menggantikan tersebut tidak mengikuti tahapan seleksi bacaleg Gerinda. Orang tidak ikut seleksi pencalonan tiba-tiba namanya masuk,”jelasnya.

Ia menambahkan, sudah menciderai demokrasi dilakukan tim seleksi pencalonan.

“Saya meragukan integritas timsel, orang tidak ikut seleksi bisa masuk dalam daftar nama pencalonan legislatif yang dikirim ke KPU Sumbar,”imbuhnya.

Tempat terpisah, Sekretaris DPD Gerindra Sumbar, Desrio Putra menyatakan soal demo yg terjadi di dpd partai gerindra itu adalah hal biasa, tidak ada yang luar biasa.

“Ada beberapa orang bacaleg yg tdk menerima kebijakan dpd dalam hal pendaftaran nama-nama caleg,”katanya.

Lalu kemudian memutuskan memilih cara demo utk menyampaikan aspirasinya padahal sebenarnya seorang kader itu tidak pernah dilarang menyampaikan aspirasinya kepada parati.

“Tapi ada cara yg elegan dan bermusyawarah ada pula cara lain yg mereka anggap tepat. Yg demo itu juga dapat kita pastikan belum tentu semuanya memiliki KTA partai gerindra tapi yang kami lihat itu adalah urgensinya,”jelas Desrio Putra.

Ia menambahkan mereka yang tidak didaftarkan itu semestinya bertanya kepada organisasi dg cara yg lebih baik. Karena partai pasti punya pertimbangan-pertimbangab yang matang dalam mengusulkan bacaleg yang akan menjadi wakil rakyat.

   Ia menyatakan, dibeberapa daerah ada trjadi pergeseran yg antara lain diakibatkan oleh data yang tidak lengkap, ada juga yang terjadi menyikapi situasi dan kondisi tapi semuanya kan belum final. Masih ada masa perbaikan bahkan masa perobahan.

“Target DPD yang terpenting adalah mendaftarkan dulu untuk memenuhi persyaratan ke KPU sesuai peraturan dan alhamdulillah untuk caleg propinsi semua nya terdaftar 65 orang atau 100 persen apakah kemudian akan terjadi perobahan kembali. Itu sangat memungkinkan dan boleh dilakukan,”katanya.

Ia menjelaskan, soal DCS partai adalah internal partai, dapat disikapi jika ada hal-hal yang dianggap strategis dan penting. Yangg penting semua persyaratan ke kpu terpenuhi dulu.

Pasti nya, lanjutnya bahwa semua yang telah didaftarkan itu belum final. Akan sangat dimungkinkan terjadinya perubahan-perubahan kembali sesuai dengan ketentuan yg diperbolehkan oleh KPU

    “Yang pasti nya, bahwa semua yang telah didaftarkan itu belum final. Akan sangat dimungkinkan terjadinya perobahan2 kembali sesuai dengan ketentuan yg diperbolehkan oleh KPU,”jelas Desrio Putra (dg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*