Tak Pernah Ziarahi Makam Tokoh Pendidikan, Wabup Ferizal Sebut Pemerintah Daerah Bisa “Kualat”

Wakil Bupati Ferizal Ridwan ziarah ke makam tokoh pendidikan Syekh Abdul Wahid.

Wakil Bupati Ferizal Ridwan ziarah ke makam tokoh pendidikan Syekh Abdul Wahid.

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Momen peringatan Hari Pendidikan Nasional di Limapuluh Kota turut ditandai kegiatan ziarah ke salah satu makam tokoh pendidikan di Tabekgadang, VII Koto Talago, Guguak. Bagi Pemkab Limapuluh Kota, Hardiknas kali ini dimaknai dengan keseriusan, sebagai momen menyalakan pelita, menerangkan cita-cita, mensejahterakan rakyat dengan penguatan daerah.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, dalam prosesi ziarah ke salah satu makam tokoh pendidikan asal Limapuluh Kota, Alm Syekh Abdul Wahid ASH, Senin (2/5) siang. Sebagai kalangan terdidik, tidak hanya pelajar dan kaum pendidik saja, para pejabat di pemerintah daerah juga diminta lebih menghargai, tokoh-tokoh yang sudah berjasa mengembangkan pendidikan di daerah.

“Kami atas nama pemerintah daerah, memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak keluarga dan Yayasan Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) di Tabek Gadang ini. Sebab, baru kali ini unsur pemerintah daerah bisa datang berziarah ke makam, Alm Syekh Abdul Wahid ASH,” kata Wabup Ferizal Ridwan, di hadapan pimpinan pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI), Mulyadi, para tokoh masyarakat serta ratusan siswa MTI.

Dalam kesempatan itu, Ferizal yang dikenal ‘ceplas-ceplos’ sempat menyentil, masih rendahnya inisiatif para pejabat untuk datang berziarah ke makam para tokoh pendidikan. Bahkan ia menyebut, pemerintah daerah bisa “kualat” jika sudah tidak menghargai para guru dan tokoh, yang dengan susah payah membangun kecerdasan melalui pendidikan.

Padahal, katanya, kegiatan ziarah ke makam pahlawan atau tokoh pendidikan menjadi agenda prioritas sesuai arahan Kemendiknas secara nasional, untuk memperingati Hardiknas tahun ini. “Saya rasa, ini yang perlu kita sadari bersama. Bagaimana, kita menghargai para pendahulu. Disamping itu, juga melalui kerja nyata, meningkatkan mutu pendidikan dan mengamalkannya, bagi kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Putra Lareh Sago Halaban itu menyebut, akan menjadi sebuah keberkahan bagi pemerintah maupun masyarakat, jika terus mendo’akan dan mengenang jasa para pendahulu. Berbagai bencana yang terjadi di Limapuluh Kota, seperti banjir dan longsor bisa jadi akibat kealfaan semua unsur, karena tidak pernah memberi penghargaan atas jasa para tokoh dan pahlawan.

Ferizal menambahkan, pemaknaan hari pendidikan Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Mei tahun ini, harus dimaknai dengan perbaikan harga diri, etos kerja sebagaimana wujud revolusi mental. Dalam kunjungannya itu, selain Wabup Ferizal, hadir Kepala Kemenag Gusman Piliang, Kabag Humas M Siebert serta sejumlah pejabat dinas pendidikan.

Pimpinan pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI), Mulyadi, mengaku sangat tersentuh, atas kunjungan ziarah perdana unsur pemerintah daerah yang dipimpin Wabup Ferizal ke makam, Alm Syekh Abdul Wahid ASH. Menurutnya, kepedulian pemkab saat ini, menjadi motivasi bagi pesantren MTI, mengembangkan mutu pendidikan kepada generasi penerus bangsa.

Tak hanya itu, keluarga besar dan pesantren bahkan berniat ingin menjadikan makam Syekh Abdul Wahid, menjadi kawasan wisata religi di Limapuluh Kota. “Jujur, saya tersentuh atas kepedulian kepala daerah saat ini. Kami sebenarnya sudah lama berniat ingin menjadikan tempat ini sebagai wisata religi. Dibuat museum. Dilengkapi fasilitasnya. Kami sudah menyusun draft proposal, untuk diajukan ke pusat,” tuturnya.

Draft proposal itu, katanya, akan dilayangkan ke Kemen PU-PR untuk usulan pembangunan perumahan pesantren di Tabekgadang. Begitu juga kepada, Kemenkes, buat pembangunan pos kesehatan. Tabekgadang, katanya, merupakan daerah lokomotif pendidikan dan pembangunan di Limapuluh Kota. “Warisan ini ingin kami kembangkan, untuk mambangkik batang tarandam,” tuturnya.

Bak gayung bersambut, Wabup merespon segala keinginan keluarga besar Syekh Abdul Wahid dan Pesantren MTI, dengan meminta dinas terkait merespon visi-misi tersebut. Ferizal juga berjanji, bakal membantu penambahan daya listik gedung pesantren dan laptop sebagai operasional. “Ini potensi bagi kita. Bagaimana menarik pengunjung jika disini punya tempat wisata religi. Sentral pendidikan itu disini, bukan di Ujung Batu sana,” selorohnya.(rel/dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*