Taman Bermain Harapan Bunda Batusangkar Butuh Perhatian Bersama

Taman Bermain Harapan Bunda Batusangkar.

Taman Bermain Harapan Bunda Batusangkar.

Batusangkar, PADANGTODAY.com-Dalam upaya memperbaiki Generasi yang lebih berkualitas pendidikan adalah faktor yang paling utama. Oleh karena itu harus diperbaiki dari tingkat pendidikan yang paling rendah yaitu PAUD dan TK. Taman kanak-kanak yang terletak di Jorong Gudam, nagari Pagaruyuang salah satu contoh dari beberapa PAUD dan TK yang kurang mendapatkan perhatian pemerintah. Terlihat sekolah tingkat awal ini kondisinya sangat memprihatinkan. Namun terlihat antusias belasan para murid untuk tetap belajar di bawah asuhan guru mereka “Dewi”. Walaupun T
taman bermain ini tidak ada satupun dari arena bermain seperti ayunan, perosotan, ataupun jungkat jungkit, dan lain sebagainya yang tersedia di halamannya. Anak-anak pun belajar mengunakan tikar/lapiak, sangat berbanding terbalik dengan kebanyakan PAUD dan TK yang ada di kota Batusangkar.

Di hubungi padangtoday.com Inhendri Abbas, Spd, MM Kabid TK SD disdik kabupaten Tanah Datar menyatakan “Memang Perhatian pemerintah untuk mengembangkan tentang PAUD dan TK masih jauh dari harapan. Untuk Tanah Datar keterbatasan dana yang bersumber dari PAD yang tergolong masih rendah membuat Pemda kesulitan untuk menutupi kebutuhan-kebutuhan seperti yang di alami TK Harapan Bunda ini, TK dan PAUD lainnya yang ada di wilayah Tanah Datar. Padahal pada usia 0-5 tahun adalah usia emas bagi seorang anak yang akan menentukan apakah anak tersebut akan mampu mengoptimalkan potensi dan bakat mereka. Di ibaratkan anak-anak pendidikan pra sekolah ini bagaikan kertas putih, ingin di beri warna apapun semua berawal dari pola pendidikan di usia dini ini, lingkungan dan cara mendidik orang tua mereka”, ujar Inhendri.

Untuk Tanah Datar saat ini dari lebih 240 TK dan PAUD yang terdaftar di disdik hanya 1 TK dan PAUD negeri, dan yang lainnya adalah swasta, yang semua pembiayaan operasional mereka di tanggung masyarakat dan orang tua murid.
“Kita mengharapkan permasalahan kurangnya Fasilitas dan sarana maupun prasarana untuk pendidikan pra sekolah ini dapat menjadi perhatian kita bersama-sama masyarakat, pemerintahan Nagari dan Pemda serta orang tua murid secara terpadu agar persoalan-persoalan seperti hal di atas minimalnya dapat sedikit teratasi”, pungkasnya.

Di akui kabid TK SD ini kualitas guru PAUD TK untuk beberapa sekolah swasta masih tergolong rendah, sebelumnya pemerintah telah menetapkan bahwa guru TK harus setara dengan program D-2 atau mengenyam pendidikan dua tahun di perguruan tinggi. Akan tetapi kondisi di lapangan masih sangat jauh dari harapan, guru TK yang sudah memiliki ijazah D-2 PGTK masih kurang. Masih ada guru TK berasal dari lulusan SLTA. Kondisi ini karena gaji layak bagi guru TK dan PAUD saat ini termasuk swasta sangatlah di bawah standar, hal ini membuat banyak para sarjana yang enggan untuk terjun menjadi tenaga pengajar di TK dan PAUD yang di daerah mereka atau di swasta yang ada di daerah Tanah Datar.

“Mengenai standar pendidikan seorang guru TK saat ini sesuai dengan UU 14 Tahun 2005 harus berlaku efektif 10 tahun setelah UU ini di undangkan yang menyatakan bahwa seorang guru TK bisa mengajar dengan berpendidikan minimal S-1 sampai saat ini tentu terus di kejar dan di upayakan dengan semaksimal mungkin dengan berbagai pertimbangan pertimbangan sesuai kebutuhan di daerah Tanah Datar”.tambah Inhendri. (romi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*