Target Utama Perubahan Perilaku Masyarakat, Rakornas Jejaring Program Kesehatan DD

Utusan Tim Kesehatan Dompet Dhuafa dari Aceh hingga Papua menuliskan dan menempelkan kertas warna-warni berisi cita-cita pengembangan layanan dan program kesehatan di daerah masing-masing di sebuah papan hitam.

Utusan Tim Kesehatan Dompet Dhuafa dari Aceh hingga Papua menuliskan dan menempelkan kertas warna-warni berisi cita-cita pengembangan layanan dan program kesehatan di daerah masing-masing di sebuah papan hitam.

Bogor, PADANGTODAY.com-Jejaring Program Kesehatan Dompet Dhuafa bergerak bukan hanya untuk pengobatan saja tapi lebih kepada penumbuhan kesadaran masyarakat akan kebutuhan dan cara penanganan kesehatan dasar. Agar masyarakat dapat merubah perilaku yang tidak sehat menjadi sehat. Begitu disampaikan Manager Kesehatan Dompet Dhuafa, Humairoh Anahdi, pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Jejaring Program Kesehatan Dompet Dhuafa yang digelar Minggu-Rabu (12-15/10).

Utusan Tim Program Kesehatan Dompet Dhuafa dari Aceh hingga Papua hadir di Villa BUkit Pinus Bogor. Memasuki trimester ke-4 atau memasuki bulan-bulan akhir implementasi program, semua tim nasional dibakar kembali semangatnya untuk menfokuskan diri “mengejar” PR yang belum dilaksanakan. Pekerjaaan-pekerjaan yang tercantum dalam RKAT yang telah disusun tahun sebelumnya, 2013.

“Kali ini, dengan semangat untuk memperkuat positioning Dompet Dhuafa sebagai mitra pembangunan khususnya bidang kesehatan, DD mulai memperluas jaringan dengan menjadi bagian dari kemitraan atau forum-forum baik nasional dan internasional. Hal ini menjadi tantangan tersendiri, karena melalui forum ini, kita dapat melakukan advokasi dan komunikasi program yang salah satu aktivitasnya adalah “memperlihatkan” kontribusi DD,” papar Humairoh.

Dalam hal ini, dilanjutkannya, tim kesehatan perlu merapatkan barisan untuk memperkuat aspek pendataan, manajemen informasi dan manajemen program. Selain itu juga, mereka bertekad akan membawa kisah sukses sebagai sebuah praktik terbaik (best practices) dalam pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan.

Pengelolaan jejaring kesehatan di kawasan diharapkan selesai dalam kurun waktu tiga tahun mendatang. Masyarakatlah yang akan menjadi agen perubah, Jejaring Program Kesehatan Dompet Dhuafa hanya sebagai pengelola.

Pada kesempatan tersebut, masing-masing utusan kawasan memaparkan progres dari cabang-cabang Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa dan Program Kesehatan di daerah masing-masing. Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan untuk tahun 2015 juga mulai disusun.

Manager Program Relief dan Charity, Karsini, yang menangani program kesehatan di Sumatera Barat menuturkan bahwa tahun 2014 ini sudah terbentuk Pos Sehat yang telah memiliki kegiatan kesehatan rutin di daerah Kuranji Padang. Merujuk pada isi Rakornas, Pos Sehat ini harus segera mapan menjelang tiga tahun yang akan datang. Terbentuknya Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) dengan bangunan sendiri dan pengelolaan sendiri menjadi salah satu cita-cita besar Dompet Dhuafa Singgalang. Selain itu, peningkatan kualitas program kesehatan akan terus dilakukan. Begitu juga dengan pembukaan jaringan kesehatan di wilayah-wilayah yang jauh dari akses kesehatan.

“Mewujudkan kesehatan masyarakat Indonesia ini perlu cita-cita besar dan kerja keras. Indonesia Sehat. Sehat mental, sehat jasmani, sehat perilaku, adalah muara dari setiap program dari Jejaring Program Kesehatan Dompet Dhuafa,” pungkas Karsini. (dil/winda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*