Tarif Angkot Dinaikkan Sepihak Hingga 20 Persen

 

Padang, PADANGTODAY.com- 19/11 Tarif angkutan umum pascakenaikan harga BBM bersubsidi masih beragam. Kenaikan berkisar antara 25-50 persen. “Naiknya Rp1000-1500.

Sebelumnya trayek Kuranji Pasar Raya Rp 3.000 sekarang Rp4.500. Sedangkan jarak dekat, yang tadinya Rp 2.000 sekarang Rp3.000,” ujar Ridwan Permana (28), sopir angkot (angkutan kota) Kuranji-Belimbing-Pasar Raya, di Padang, Rabu (19/11).

Ridwan mengatakan untuk pelajar tetap saja diberlakukan Hal yang sama. Kenaikan untuk pelajar berkisar Rp1000-Rp1500. “Anak-anak sekolah tetap diberlakukan Hal yang sama,tidak Ada pengecualiannya,” katanya.

Ridwan mengakui besaran kenaikan tarif yang diberlakukan di angkotnya,merupakan inisiatif sendiri, dan hal tersebut juga dilakukan sopir-sopir lain. Sebab, apabila mengikuti kenaikkan yang di tetapkan dalam aturan resmi tentang kenaikan tarif pascakenaikan harga BBM, menurut Ridwan sangat tidak sebanding.

“Kalau mengikuti besaran yang diberikan oleh pemerintah,sangat tidak sebanding antara pengeluaran dengan pemasukan, kami berinisiatif menaikkan tarif sendiri,” katanya.

Sementara itu, Pasca dikeluarkannya seruan dari Organda Pusat untuk melakukan mogok masal dan serentak di seluruh Indonesia,yang akan dilakukan pada hari ini, hal tersebut tidak berlaku di Padang, para sopir angkot tetap mengaktifkan armadanya mengangkut penumpang, seperti yang terlihat pada jalur Kuranji,Siteba, Ampang, danCicaheum -Cileunyi Suhaya mengaku han Passar Raya.

Menyikapi kenaikkan harga tarif angkutan, salah satu penumpang, Iget Astuty mengaku pasrah dengan kenaikan tarif dan berbagai barang yang kemungkinan akan ikut menyusul. Ia berharap, dengan kenaikan tarif, pemerintah lebih peduli dengan segera membangun transportasi publik.(wiwi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*