Taruko, Kelurahan Pertama Gelar Musrenbang di Payakumbuh

Dua anggota DPRD Dapil 2 Payakumbuh Utara Chandra Setipon dan Dt, Mangkuto Dirajo nan Itam, tenha menampung aspirasi warga Kelurahan Taruko, dalam Musrenbang Kelurahan  Taruko, Rabu.

Dua anggota DPRD Dapil 2 Payakumbuh Utara Chandra Setipon dan Dt, Mangkuto Dirajo nan Itam, tenha menampung aspirasi warga Kelurahan Taruko, dalam Musrenbang Kelurahan Taruko, Rabu.

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Meski akan digabung dengan tiga kelurahan lainnya, tidak membuat warga Kelurahan Taruko di Kecamatan Payakumbuh Utara, surut menggelar Musrenbang. Warga Taruko punya harapan banyak, agar keinginan warga meningkatkan pembangunan di kelurahan setempat, mendapat skala prioritas Pemko Payakumbuh di tahun 2017 mendatang. Taruko adalah kelurahan pertama di Payakumbuh menggelar musyawarah pembangunan itu.

Gelar acara Musrenbang tersebut berlangsung di kantor kelurahan setempat, Rabu (13/1). Dibuka Camat Payakumbuh Utara Novriwandi, SH, dihadiri Sekcam H. Deldi Anggoro,  40 pemuka masyarakat, meliputi pengurus  LPM, RW/RT,  karang taruna, bundo kanduang, kader posyandu, TP-PKK. Selain itu juga hadir, Kepala Bappeda diwakili Kabid Fisik Onwilson, ST dan dua anggota DPRD Dapil 2 Payakumbuh Utara, Chandra Setipon dan Hendri Wanto, S.Sos, Dt. Mangkuto Marajo nan Itam.

Dalam Musrenbang itu, Ketua LPM Taruko Dalmas dan tokoh masyarakat Hj. Nadiar Nukman, menyampaikan sejumlah harapan warga, mulai dari pembangunan jalan lingkungan sampai dengan pembangunan sanitasi dan status tanah  SDN  yang ada di Taruko. Namun, dari sekian banyak yang diusulkan, warga mendesak agar pemko merelisir pembangunan jembatan kerangka beton, menghubungkan Kelurahan Taruko dengan Kelurahan Tiakar, Kecamatan Payakumbuh Timur.

Jembatan yang membentang di atas Sungai Batang Agam, lebih kurang sepanjang  25 meter itu, akan memperpendek jarak antara Taruko dan kelurahan lainnya di Payakumbuh Utara dengan daerah Tiakar. “Kami minta, pemko dan DPRD  mewujudkan pembangunan jembatan itu segera. Karena, sudah berkali-kali diusulkan masyarakat. Sementara akses jalan menuju jembatan itu juga sudah rampung beberapa tahun lalu, dalam bentuk aspal hotmix,” tegas Dalmas dan Nadiar.

Terhadap pembangunan jembatan itu, dua wakil rakyat Payakumbuh Utara, Chandra Setipon dan Dt. Mangkuto Marajo nan Itam, menegaskan, akan mendesak Dinas PU mengerjakan pembangunan jembatan tersebut. “Kita sudah meloloskan dana pembangunan jembatan  yang diusulkan Bappeda  dan Dinas PU tahun ini. Mudah-mudahan, jika administrasi kegiatan jembatan sudah rampung, akan dilanjutkan dengan proses lelangnya,” tegas  kedua anggota DPRD didepan konstituennya itu.

Camat Payakumbuh Utara Novriwandi melaporkan,  Musrenbang melibatkan 20  kelurahan  di Payakumbuh Utara itu, akan berakhir di kelurahan Ompang Tanah Sirah, 23 Januari mendatang. Secara maraton, pemerintahan kecamatan bersama Bappeda dan SKPD terkait akan melakukan Musrenbang kelurahan, sesuai instruksi kepala daerah, meski dana untuk belum mengucur, tegas Novriwandi dan sekcamnya Deldi.(rel/dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*