Echo Green Beri Kepastian Untuk Kaum Muda

Advertisements

Padang-today.com, Konsil LSM Indonesia Echo Green berikan kepastian kepada petani perempuan dan pemuda dalam rangka penguatan kader dan peningkatan kapasitas untuk sektor pertanian melalui pelatihan.

” Echo Green akan memperkuat keterlibatan perempuan dan pemuda dalam pembangunan Nagari. Karena berdasarkan Undang Undang Desa dijelaskan bahwa Pemerintah Desa/Nagari memiliki wewenang untuk menyusun Rencana Tata Ruang dan Rencana Tata Guna Lahan Desa yang terintegrasi,” kata koordinator Echo Green, Ramadhaniati usai penutupan pelatihan kader desa, Sabtu, (31/10) di INS Kayu Tanam.

Artinya, kata dia,  proses perencanaan yang dilakukan harus partisipatif, memastikan keterlibatan efektif perempuan, generasi muda dan kelompok-kelompok terpinggirkan lainnya.

Ia mengatakan, pelatihan yang dilaksanakan selama empat hari tersebut, diikuti 60 orang peserta yang merupakan utusan dari 25 Nagari di kecamatan Ulakan Tapakis, Lubuk Alung dan Batang Anai melahirkan output untuk menyusun Tata Ruang dan Rencana Tata Guna Lahan Desa yang terintegrasi.

” Kegiatan ini kami gelar di Aula Abdul Latif kampus INS Kayutanam Padang Pariaman Sumatera Barat, dilaksanakan acara penutupan pada Sabtu (31/10) ini,” ujarnya.

Untuk tercapainya proses perencanaan yang partisipatif diatas, jelasnya, salah satunya diperlukan kelompok kader masyarakat, sebagai fasilitator lokal dalam perencanaan tata ruang dan tata guna lahan di masing-masing nagari.

Konsil LSM Indonesia mengharapkan, melalui pelatihan ini akan tersedia Kader ECHO Green disetiap nagari.

“Mereka mampu menjadi Fasilitator atau penghubung SDC dalam memfasilitasi Nagari terutama terkait penyusunan RTRW. Setibanya para peserta pelatihan di Nagarinya, mereka bisa membantu kami dalam memfasilitasi Nagari, terutama terkait penyusunan RTRW,” ujarnya.

Kemudian, kader teesebut membuat peta lahan berdasarkan aplikasi yang tersedia, karena selama 4 hari ini mereka sudah dilatih untuk mencari titik koordinat dengan GPS dan membaca peta GIS serta teknik sederhana membaca google earth.

Selanjutnya, Ia menambahkan, bersama Wali Nagari menyusun legalitas terkait rencana tata ruang dan tata guna lahan yang inklusif dalam bentuk Peraturan Nagari.

Dilain pihak,  sebagai peserta Pelatihan Wali Nagari Padang Ulakan Bakhri menyampaikan. Bahwa mewakili nagari yang ditunjuk sebagai pilot proyek program ECHO Green ini, pihaknya mengapresiasi Konsil LSM yang telah menunjuk nagari tersebut.

” Kami mengucapkan terima kasih kepada Konsil LSM Indonesia bersama konsorsium. Karena telah membuka cakrawala berfikir kami, terkait program ekonomi hijau dan sektor pertanian berkelanjutan, dalam upaya mendukung program ECHO Green dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sektor pertanian, kami akan siapkan RTRW serta melibatkan kaum perempuan dan para pemuda secara efektif dalam pembangunan pertanian yang berkelanjutan,” ujar Wali Bakhri.

Diketahui, Kecamatan Lubuk Alung, Ulakan Tapakis dan Batang Anai ini masih banyak lahan yang belum digarap atau dimanfaatkan oleh masyarakat.

Hal ini, kata dia, tentu saja banyak faktor penyebabnya, mungkin struktur tanah, kondisi ekonomi atau kurangnya minat masyarakat di bidang pertanian.

Semoga dengan dimulainya pelaksanaan program ECHO Green ini kabupaten Padang Pariaman, akan ada solusinya dan dapat menjawab semua permasalahan tersebut.

Selain itu, lahan tidur atau terlantar yang terbentang begitu luas, akan berubah menjadi lahan produktif yang tentunya digarap oleh petani perempuan dan pemuda dalam meningkatkan perekonomian keluarga. (SugeR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*