Tebalnya Kabut Asap, Penderita ISPA meingkat di Pariaman

Pariaman, PADANG-TODAY.com-Dinas Kesehatan Kota Pariaman merilis data kesehatan penduduk yang terkenak dampak asap. Akibatnya di Kota Pariaman penderita Infeksi Saluran Pernapasan Atas ‘ISPA’ meningkat hingga 200 persen. “Jika dilihat dari indikasi peningkatan jumlah kasus ISPA tersebut bisa dikatakan penyebabnya oleh kabut asap yang menyelimuti Sumbar tidak terkecuali Kota Pariaman semenjak dua bulan terakhir ini,”ungkap Kepala Dinas Kesehatan Pemko Pariaman Yutiardi Rifai, Jumat 18/09/2015 di Pariaman.

Advertisements

Dampak Kabut Asap kiriman dari daerah tetangga ini, sebanyak 4239 kejadian di Kota Pariaman kesehatanya terganggu. Beberapa dampak kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan, atau pneumonia dialami oleh beberapa warga di Kota Pariaman, Sumbar.

Dijelaskan,Paparan asap dari Provinsi tetangga Riau dan Jambi yang disebabkan pembakaran lahan tidak hanya menyebabkan gangguan kesehatan di daerah sumber asap namun juga berdampak ke daerah sekitarnya, akibatnya di KotaPariaman penderita ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) meningkat hingga 200%.

Kata Yutiardi Rifai Dinas Kesehatan Kota Pariaman kasus pneumonia pada bulan Juli yang diderita oleh anak 0-4 tahun sebanyak 22 kejadian, kemudian batuk bukan pneumonia yang di alami anak usia 5 tahun sejumlah 582 kejadian, kategori umum pederita Influenza Like Illness (ILI) sejumlah 819 kasus dengan total kasus ISPA 1423 kejadian.

Sedangkan pada bulan Agustus 2015 jumlah kasus ISPA meningkat drastis, tercatat penderita pneumonia di bulan ini usia 0-4 th sebanyak 39 kejadian, batuk bukan pneumonia di derita anak di atas 5 th sebanyak 1117, dan kalangan umum penderita (ILI) 1660 kasus dengan jumlah penderita ISPA di bulan ini mencapai angka 2816 kejadian, jika di total jumlah kasus dari Juli-Agustus sebanyak 4239 kejadian.

Ia menambahkan, dengan meningkatnya penderita pneumoia ini, Dinas Kesehatan Kota Pariaman mengambil kebijakan untuk mengantisipasi untuk menekan angka penderita penyakit tersebut.Diantaranya membagikan masker dan menghimbau masyarakat untuk membiasakan hidup sehat, dan mengurangi aktifitas di luar rumah.Selain itu Dinas Kesehatan Pemko Pariaman telah melakukan rapat koordinasi dengan tim tanggap darurat darah, kemudian membuat surat edaran kesetiap Kecamatan dan Puskesmas.
“masyarakat agar dapat mengurangi aktifitas di luar rumah, kemudian jika keluar pakailah masker,”kata dia.

Selain mengobati yang sudah sakit, Yutiardi pun menghibau kepada masyarakat agar mengesumsi air putih yang banyak dan jika menderita sakit silahkan berobat ke
pusat kesehatan yang ada di lingkungan tempat tinggal. Kadar partikel yang bisa dikatakan di ambang normal/sehat 0-50 ug/m3, sedangkan kondisi saat ini mencapai 110-120 ug/m3 dengan kadar oksigen 60-70%. “Selain mengobati yang sudah sakit,Yutiardi pun meminta agar dilakukan peningkatan daya tahan fisik bagi yang masih sehat. Hal ini Puskesmas sebagai dasar pelayanan kesehatan harus siap.(eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*