Tebing Tinggi Itu, Didaki oleh Para Balon Walikota

DODI SYAHPUTRA

DODI SYAHPUTRA

Advertisements

Oleh: Dodi Syahputra*

Tebing tinggi, sulitnya menjadi kepala daerah itu telah didaki oleh para tokoh yang sama-sama punya mimpi hendak ”mengabdi” di Kota Payakumbuh. Sebab, baru satu partai yang membuka pendaftaran resmi lewat sistem penjaringan dan penyaringan. Sistem yang akan memakan banyak waktu dan energi politik.

Menera peta berat atau ringannya lawan, saat ini akan sangat berat. Lawan sebenarnya, tidak bisa dikira-kira. Sistem pencalonan yang khabarnya akan dipermudah dan diperingan dengan tengah digodoknya perubahan atas UU No. 8 Tahun 2015 tentang Pilkada.

Nama-nama yang kini mengemuka, menjadi idola beberapa ”makelar politik”, menjadi sentra perhatian, dengan sebutan Calon Walikota, meski prosesnya masih beberapa bulan lagi, belum seutuhnya bisa dianggap maju. Indikasi ini, disebabkan adanya desas-desus bahwa ada yang maju mengapungkan nama-nama tertentu untuk “bargaining politic” atau sebagai nilai tawar.

Mereka-reka incumbent juga luar biasa menghabiskan waktu dan energi berpikir ita. Ungkapan Walikota H Riza Falepi yang menjawab belum memikirkan untuk episode kedua, menjadi jawaban gantung atas pertanyaan, Apakah Pak Wali maju lagi?

Sementara, Sang Wakil Walikota H Suwandel Muchtar nyata-nyata telah terang-terangan dan optimis dengan partai pengusungnya dulu, PDI Perjuangan. H Suwandel Muchtar dipercaya oleh beberapa tokoh akan mampu memenangkan pertarungan di dalam kubu PDI P, sebab telah membangun jaring sampai ke tingkat pusat. Januari lalu, H Suwandel Muchtar ikuti Rakernas PDI P di Jakarta.

Semudah itukah? Kita bercermin ke masa lalu. Tak perlu jauh-jauh, di Pilkada lalu saja, 7 pasang calon mendaftar di Pilkada Payakumbuh. Para alumni mantan calon, ini banyak yang telah duduk di kursi DPRD dan mendapatkan posisi tertentu. H Almaisyar, yang jadi runner-up di Pilkada lalu, meski nyaris setiap minggu ke Payakumbuh tak mau menyebut ikut di kancah Pilkada.

Tetapi, memang itu tipenya. Sejak awal ia tak tampil menggelegar, namunbergerak pasti. Politik silent but sure, diam tapi pasti. Makanya, setiap H Almaisyar sampai di Payakumbuh, sudah disambut banyak ”makelar politik”. H Almaisyar orangnya welcome dengan siapa saja. Tapi, ia cukup berhati-hati dan menjaga kemungkinan-kemungkinan politik.

Ada tokoh muda, Radian Syam SH MH. Dari titelnya ketahuan nih orang hukum. Wajahnya yang ganteng, penuh kharisma, seperti tak selaras dengan profesinya lawyer yang pernah beracara di Mahkamah Konstitusi berkali-kali. Hendak membangun kampung halaman, niatnya mensejahterakan semua masyarakat. Semua.

”Caranya, ya, harus pegang kendali program pemerintahan. Kendali ini hanya ada di kepala daerah. Makanya, saya berusaha menjadi pasangan kepala daerah dulu, Wakil Walikota, jika masyarakat percaya. Insya Allah bisa,” Radian Syam yang disepakati seluruh keluarganya untuk tampil di Kota Payakumbuh.(bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*