Temu Ramah Bunda PAUD, Nasrul Abid: Membangun Karakter Harus Dimulai Dari Pendidikan Usia Dini

Temu Ramah Bunda PAUD Sumbar 2016

Temu Ramah Bunda PAUD Sumbar 2016

Padang, PADANG-TODAY.com-Sadar akan gagasan revolusi mental yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menilai hal tersebut perlu didukung. Kesadaran akan dukungan itu dimulai dengan pembentukan karakter dari usia dini.

Wagub Nasrul Abit meminta dalam membangun karakter dasar generasi penerus bangsa, dibutuhkan perhatian yang lebih serius dari pengelola lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

“Kita sekarang sama tau Presiden Jokowi menyatakan revolusi mental. Itu harus dimulai dari pendidikan usia dini. Dari PAUD inilah upaya membangun generasi bangsa yang berkaraketer itu dimulai,” sebut Wagub Nasrul Abit dalam sambutannya, pada Temu Ramah Bunda PAUD se-Sumbar dalam rangka sosialisasi peran dan fungsi Bunda PAUD, Kamis (2/6).

Ia menambahkan, orangtua juga bertanggung jawab dalam melakukan pendidikan dasar  terhadap anak. Sebab ini membantu pendidikan dasar yang mereka dapat di PAUD, TK, Play Group, TPA dan SPS yang tersebar di 19 kabupaten/kota.

“Ada 6.234 lembaga PAUD yang ada di Sumbar,  tapi hanya  0,5 persen yang berstatus negeri.  Diharapkan dengan kewenangan PAUD yang ada di kabupaten/kota, Bunda PAUD yang merupakan istri kepala daerah ini dapat memberikan masukan buat bupati/walikota agar memperjuangkan PAUD yang berpotensi dapat bersatus negeri agar perhatiannya lebih maksimal,” jelasnya.

 

Bunda PAUD Sumber Motivasi

Bunda PAUD Provinsi Sumatera Barat, Ibu Nevi Irwan Prayitno mengatakan, Bunda PAUD harus dapat memberikan motivasi  kepada masyarakat, serta pemangku kepentingan di dalam mengembangkan mutu pendidikan PAUD di daerah masing-masing.

“Sekarang dikukuhkan Bunda PAUD kabupaten/kota di Sumbar. Untuk kemajuan masyarakat, perlu dilakukan langkah kerja bagi para Bunda PAUD kabupaten/kota dan kecamatan. Diharapkan nanti dapat dikukuhkan pula Bunda PAUD nagari/kelurahan dan jorongnya,” ungkapnya.

Ibu Nevi Irwan Prayitno mengharapkan, setelah dilakukan pengukuhan, Bunda PAUD kabupaten/kota dalam melakukan pembinaan dan mendorong organisasi mitra PAUD seperti Himpaudi, Forum PAUD, IGTKI dan GOPTKI yang ada di wilayah masing-masing dapat memajukan organisasi dan lembaga PAUD yang ada.

Nevi menjelaskan, saat ini jumlah guru atau pendidik PAUD di Sumatera Barat berjumlah 20.647 orang. 5.389 orang berijazah S1, 106 orang berijazah S2, sedangkan sisanya 15.152 berkualifakasi ijazah SMA dan SMP. Tentunya diharapkan  semua dapat bekerjasama meningkatkan kualitas lembaga PAUD, serta meningkatkan kesejahteran para pendidik dan guru PAUD tersebut.

“Diharapkan dana desa atau nagari yang ada di setiap kabupaten/kota dapat disisihkan dan dialokasikan untuk kegiatan PAUD. Semuanya itu demi terwujudnya generasi muda yang berkualitas,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Syamsurizal  mengucapan terima kasihnya atas perkembangan lembaga PAUD yang terjadi saat ini, dimana pencanangan satu jorong satu PAUD dapat dicapai dengan hasil yang maksimal. Dari 1.038 jorong terdapat  6.234 lembaga PAUD di Sumatera Barat.

“Kita apresiasi upaya yang dilakukan Bunda PAUD Provinsi Sumatera Barat Ibu Nevi Irwan Prayitno yang telah membantu mengembangkan kemajuan PAUD di Sumbar. Itu  tentunya mendorong potensi dalam pembentukan generasi muda yang utuh,  kuat dan bermartabat dapat tercapai,” ujarnya pada kegiatan Gebyar PAUD tingkat Provinsi Sumatera Barat yang diadakan di halaman kantor gubernur Sumbar.

Menurutnya, seiring  dengan  dikukuhkan Bunda PAUD kabupaten/kota, maka diharapkan kedepannya akan banyak lagi program startegis dan kreatif yang dilakukan agar anak PAUD dapat pendidikan yang lebih baik. Apalagi saat ini angka pendidikan kasar (APK) atau angka minat masyarakat untuk memasukan anaknya ke PAUD terus meningkat.

“Pada tahun 2014 lalu, APK baru mencapai 63,43 persen. Tahun 2015 lalu meningkat mencapai 67,27 persen, malah ada di beberapa kabupaten/kota yang angkanya lebih dari itu. Tentunya dengan gebrakan yang terus dilakukan  Bunda PAUD Provinsi Sumbar bersama Bunda PAUD kabupaten/kota, maka diharapkan makin banyak lagi masyarakat yang menyekolahkan anaknya dari usia 0 hingga 5 tahun, di tempat bermain anak, PAUD hingga taman kanak-kanak. Sebab ini menjadi langkah dalam pembentukan karakter mereka dari usia dini,” pungkasnya.(rel/dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*