Terlambat Berlari, PlT Gubernur Masukan ISI di APBD 2016

Logo-PadangpanjangPADANGPANJANG,PADANGTODAY.COM—Pengembangan Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang sudah sangat mendesak dan perlu perhatian bersama. Hal itu terungkap pada dialog terbuka bersama Pelaksana Tugas (PlT) Gubernur Sumbar Reydonnyzar Moenek, Prof Dr Fasli Jalal, Wawako Padangpanjang Mawardi dipandu Rektor ISI Novesar Jamarun di Gedung Pertemuan Hoeridjah Adam, Jumat (30/10).

Advertisements

Rektor ISI Padangpanjang, Novesar Jamarun sesaat sebelum dialog menyampaikan apresiasi tertinggi atas perhatian tokoh-tokoh penting di kalangan pemerintah tersebut terhadap harapan pengembangan kampus seni negeri itu ke depannya. Sebagai salah satu dari delapan perguruan tinggi seni negeri di Indonesia, ISI bukan terlambat maju, namun terlambat berlari. Diharapkannya berkat perhatian besar dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Kota (Pemko), ISI dapat lebih maju dari institut seni lainnya di Indonesia.

Sejak menerima amanah mempimpin ISI, Novesar mengaku telah melakukan pembenahan internal dengan capaian sekitar 70 persen program studi (prodi) telah terkareditasi B. Targetkan ke depannya, minimal bisa memenuhi sampai 80 persen prodi yang ada dan institusi harus terakreditasi B. Ditargetkannya juga tahun ini penyelesaian pembangunan tiga gedung yang diantaranya pendirian masjdi “Insya Allah” yang telah berusia sekitar 50 tahun itu bisa terselesaikan tahun 2015.

“Tantangan sekaligus motivasi bagi kami, karena kementerian berjanji jika pembangunan masjid dan dua gedung lainnya bisa terselesaikan akan mendapat anggaran lima kali lipat anggaran tahun sebelumnya. Namun kabar gembira itu sekaligus kabar sedih, karena pertanyaannya ke mana uang itu akan kami bangunkan untuk pengembangan ISI,” ungkap Novesar seraya menyampaikan peningkatan penerimaan mahasiswa tahun ini mencapai 80 persen dari 250 orang menjadi 450 orang.

Keberianian menerima mahasiswa lebih banyak lagi di tahun ini meski dalam kondisi kekurangan gedung, Novesar menyebut sebagai pembuktian bahwa tidak ada keinginan kampus seni tersebut pindah dari Padangpanjang. “Berharap pemerintah dan ninik mamak kami bisa mencarikan solusinya, tolong kami dengan mencarikan lahan untuk pengembangan kampus tercinta ini,” ujarnya.

PlT Gubernur Sumbar, Reydonnyzar Moenek menyebut ISI Padangpanjang sebagai aset pusat dan sejatinya juga aset pemerintah daerah dan telah beerkontribusi mempersembahkan berbagai prestasi serta mengangkat nama daerah ke tingkat internasional. Berangkat dari ketiadaan sumber daya alam dan hanya mengandalkan sumber daya manusia, Moenek bertegas akan berupaya mensinkronasikan kebijakan antara pemerintah pusat, Pemprov dan Pemko Padangpanjang akan mencarikan solusi untuk permasalahan yang dihadapi ISI terhadap pengembangannya.

“Saya sudah perintahkan kepada Bappeda Provinsi agar melakukan pembahasan bersama dengan jajaran DPRD terkait harus adanya bentuk perhatian terhadap ISI Padangpanjang ini. Kita akan bahas melalui KUA PPAS hingga RPJMD dan RPJP daerah, agar ISI tidak merasa sendiri dalam mencapai pengembangannya karena merupakan bagian dari Provinsi Sumbar dan sebaliknya,” sebut Moenek.

Sementara Fasli Jalal yang mengawali dialog terbuka menyampaikan kondisi Indonesia saat ini berada pada sisi yang diibaratkan pisau bermata dua atau disebut dengan istilah era bonus demogragfi. Suatu perdiode di mana jumlah angkatan kerja yang berlimpah dengan rasio dua kali lipat dari yang dibantu atau penduduk belum bekerja. Ini sangat berbahaya jika tidak mampu berproduktivitas atau berinovasi serta berkreativitas dengan baik, maka jumlah yang banyak tersebut akan menjadi malapetaka bencana demografi.

“Jika ini meletus, maka akan menimbulkan bencana di mana-mana, konflik sosial karena berebut pada kesempatan yang sempit. Hal serupa telah berkuti di beberapa negara lainnya, seperti Tunisia, Libya, Mesir, Syria dan Yaman. Itu semua disebabkan penduduk berpendidikan baik namun tidak mendapatkan lahan pekerjaan, mereka menjadi sumber malapetaka dan perpecahan negara-negara tersebut,” tutur Fasli.

Rahasi yang dapat menjadikannya sebagai “bonus”, Fasli mengatakan terletak pada SDM yang berkualitas. Mahasiswa yang merupakan 7 persen dari 118 juta angkatan kerja, semestinya dapat membuktikan bahwa bonus demografi tersebut tidak menjadi malapetaka dengan mencari pendidikan setinggi mungkin. Selain itu, dituntut juga kemampuan membangun akhlak dan karakter sebagai penentu kemampuan personal dalam memberikan kontribusi terhadap masyarakat dan negara.

“Ratusan ISI bergerak sebagai pelaku seni di hampir seluruh daerah di Indonesia karena daya tahan dan etos kerja yang tinggi. Harapkan sebagai kalangan angkatan kerja yang memiliki SDM berkualitas, mampu memberikan sentuhan terhadap stimulasi otak terhadap pendidikan usia dini. Jika ISI Padangpanjang bergerak ke arah ini, menjadi satu-satunya di Indonesia,” pungkas Fasli.

Terkait upaya pengembangan kampus yang dibutuhkan ISI saat ini, Wakil Wali Kota Padangpanjang Mawardi menyampaikan Pemko telah melakukan upaya maksimal penyelamatan terhadap aset bidang pendidikan itu. Termasuk mencarikan solusi terhadap kebutuhan lahan guna pengembangan kampus, dikatakan telah dianggarkan melalui APBD 2015 ini.

“Pemko Padangpanjang sejak awal dibukanya komunikasi untuk pengembangan kampus, telah berkomitmen mengakomodir secara total. Namun upaya maksimal belum menemukan titik terang untuk menyediakan tanah dikarenakan keterbatasan lahan yang ada,” sebut Mawardi.

Pada kesempatan dialog yang berlangsung menjelang ibadah Jumat tersebut, sejumlah civitas akademika menyampaikan beberapa harapan. Di ataranya pemerintah memberikan mandat resmi kepada ISI Padangpanjang untuk menyelamatkan budaya bangsa khususnya Minangkabau yang terus tergerus perkembangan zaman.

“Kami berharap kampus ISI tidak berpindah ke daerah lain. Selain itu kami mengharapkan pemerintah juga mempertimbangkan dunia pelaku seni, di mana mahasiswa kerap melahirkan karya hingga sampai larut malam. Kami tidak ingin dipandang sebelah mata oleh masyarakat karena pulang ke rumah kontrakan, karena itu sedapatnya dibangunkan asrama mahasiswa,” pinta sejumlah mahasiswa. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*