TIDAK ADA CALON GUBERNUR SUMBAR MEMIKIRKAN AGENDA PEREMPUAN

Advertisements

Oleh : Edrian Noerdin
Direktur Women Research Institute

Menonton Debat Pilgub Sumbar di TV One beberapa waktu lalu merasa prihatin, karena 4 pasang calon laki-laki dan tidak ada yg bicara tentang perempuan sementara 51 persen pemilihnya adalah perempuan. Separo potensi sosial dan ekonomi juga berada ditangan perempuan.

Walau ada juga harapan ketika ada Paslon yang punya perhatian pada permasalahan Angka Stunting (anak tumbuh kembang tidak sesuai dengan Usianya) yang tinggi di Sumbar.

Angka Stunting di Sumbar pada tahun 2019 mencapai 30,8 persen dan angka ini diatas angka nasional yg berhasil turun angka bawah 20 persen.

Menurunkan angka Stunting di Sumbar itu juga masuk dalam salah satu program prioritas saya ketika membuat program kerja dalam Visi Misi yang saya tulis ketika mendaftar untuk maju bertarung menjadi bakal calon Gubernur Sumbar. 

Angka Stunting yang tinggi di  Sumbar disebabkan oleh:

1. Rendahnya akses masyarakat pada Sanitasi/ Air Bersih karena masih terdapat 20 persen masyarakat yang belum punya akses terhadap Sanitasi dan Air Bersih.
2. Komunikasi, Informasi dan Edukasi bagi masyarakat untuk merubah pola hidup dalam hal kebersihan.
3. Merubah relasi gender dalam masyarakat agar memberikan pemahaman tentang Gizi dan Pola makan bagi ibu hamil, menyusui dan anak baru lahir-Balita.
4. Pemberian makanan tambahan di Posyandu dan disekolah2 agar anak2 terutama anak-anak dari keluarga miskin mendapatkan asupan gizi yang memadai.

Itu semua karena tumbuh kembang anak sesuai dengan usianya sangat penting dalam menyiapkan SDM masa depan untuk menyambut persaingan dunia kerja nantinya.

Kemudian juga ada Paslon yang akan membangun Balerong ditiap-tiap nagari agar ada tempat, sarana dan prasarana bagi tempat bagi anak nagari untuk melakukan kegiatan-kegiatan olah raga, berkesenian dan juga untuk pertemuan-pertemuan adat dalam mensosialisasikan tentang ABS-SBK kepada anak nagari sebagai generasi penerus bangsa.
Kegiatan membangun balerong adat ini juga masuk dalam prioritas program saya yg tercantum dalam Visi-Misi yang saya bangun.

Yang menyedihkan dari ke 4 Paslon yang nota bene adalah laki-laki tidak ada satupun yang mempunyai program tentang pemberdayaan perempuan walau dalam pertanyaan disinggung tentang isu gender.

Angka kekerasan terhadap perempuan di Sumbar pertengahan tahun 2019 ada 400 kasus. Data Nurani perempuan kasus kekerasan terhadap perempuan setiap tahun naik terus dari 109 kasus tahun 2016, 132 kasus tahun 2017, 154 kasus tahun 2018 dan sampai pertengahan 2019 sudah ada yang mengadukan kasusnya sebanyak 60 orang.

Program yang harus dilakukan adalah:

1. Menyediakan ruang terbuka hijau yang ramah perempuan dan anak.
2. Menyediakan sistem pelayanan satu atap yang juga dilayani oleh petugas perempuan bagi perempuan dan anak korban kekerasan.
3. Penyediaan tenaga kesehatan, tenaga medis dan bantuan hukum gratis bagi perempuan dan anak korban kekerasan.
4. Biaya Visum gratis bagi perempuan dan anak korban perempuan.

Kemudian angka kematian ibu ketika melahirkan tahun 2016 sebanyak 108 kasus dan tahun 2017 naik menjadi 113 kasus, kasus kematian ibu ketika melahirkan tersebar di 17 kabupaten/kota dan yang paling tinggi ada di Pesisir selatan.

Untuk menurunkan angka AKI ini maka pemerintah daerah harus memberikan bantuan:

1. Persalinan Gratis bagi keluarga miskin/kurang mampu.
2. Pemerataan jumlah bidan untuk daerah-daerah terpencil.
3. Pemerataan dan peningkatan fasilitas kesehatan di daerah-daerah terpencil.

Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang memberikan kepercayaan dan dukungan bagi saya ketika maju mendaftar kepada partai politik-politik untuk menjadi Bakal Calon Gubernur Sumbar. Namun karena Partai Politik belum memberikan kesempatan kepada perempuan untuk maju maka saya belum bisa ikut tampil di TV untuk ikut berdebat menyampaikan Visi-Misi saya dalam membangun Sumbar.

Saya merasa sudah saatnya kita mengadvokasi kan agar ada calon independen untuk bisa tampil dalam Pilkada.

Calon perempuan juga tidak kalah dari calon laki-laki baik dari sisi kecerdasan, kepemimpinan, kemampuan managemen, pengalaman, keberpihakan pada masyarakat, kedekatan dalam membangun jaringan sosial dan juga yang modal finansial. Dalam hal integritas bahkan mungkin lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*