TIGA HAL PENTING DALAM MENYEDIAKAN MAKANAN BERGIZI UNTUK KELUARGA

Hafifatul Auliya Rahmy, SKM MKM

Pola makan merupakan salah satu perilaku penting karena kuantitas dan kualitas makanan dan minuman yang dikonsumsi akan mempengaruhi tingkat kesehatan individu dan masyarakat. Gizi yang optimal sangat penting untuk pertumbuhan normal serta perkembangan fisik dan kecerdasan bayi, anak-anak, serta seluruh kelompok umur. Gizi yang baik membuat berat badan normal atau sehat, tubuh tidak mudah terkena penyakit infeksi, produktivitas kerja meningkat serta terlindung dari penyakit kronis dan kematian dini. Gizi yang tidak optimal berkaitan dengan kesehatan yang buruk. Terutama saat pandemi saat ini, makanan yang bergizi dapat membuat kita terhindar dari penyakit. Disamping untuk tetap mempertahankan status kesehatan secara normal, makanan yang bergizi juga dapat meningkatkan imunitas seseorang. Terutama asupan vitamin dan mineral mampu melindungi tubuh dalam melawan penyakit.
Pemerintah sudah melakukan Pendidikan dan penyuluhan gizi dengan menggunakan slogan 4 Sehat 5 Sempurna yang dimulai 1952, telah berhasil menanamkan pengertian tentang pentingnya gizi dan kemudian merubah perilaku konsumsi masyarakat. Prinsip 4 Sehat 5 Sempurna yang diperkenalkan oleh Bapak Gizi Indonesia Prof. Poorwo Soedarmo yang mengacu pada prinsip Basic Four Amerika Serikat yang mulai diperkenalkan pada era 1940an. Namun slogan tersebut sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan ilmu dan permasalahan gizi dewasa ini sehingga perlu diperbarui dengan slogan dan visual yang sesuai dengan kondisi saat ini. Prinsip Nutrition Guide for Balanced Diet hasil kesepakatan konferensi pangan sedunia di Roma Tahun 1992 diyakini akan mampu mengatasi beban ganda masalah gizi, baik kekurangan maupun kelebihan gizi. Di Indonesia prinsip tersebut dikenal dengan Pedoman Gizi Seimbang.
Konsumsi makan sehari-hari harus mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah (porsi) yang sesuai dengan kebutuhan setiap orang atau kelompok umur. Pada pedoman gizi seimbang dijelaskan konsumsi makanan harus memperhatikan prinsip 4 pilar yaitu anekaragam pangan, perilaku hidup bersih, aktivitas fisik dan mempertahankan berat badan normal.

Pola makan yang baik terbentuk mulai dari keluarga. Menyediakan makanan bergizi untuk seluruh keluarga yang terdiri dari orang dewasa, anak-anak dengan beragam usia, dan lansia (jika tinggal bersama orangtua) tidaklah sulit. Ada tiga Hal yang perlu diperhatikan untuk memastikan bahwa kebutuhan gizi seluruh anggota keluarga dapat terpenuhi sehingga terhindar dari penyakit dan daoat meningkatkan imunitas adalah sebagai berikut:
1. Makan Makanan Yang Beragam
Pada setiapa kali makan usahakan menyediakan berbagai jenis kelompok pangan yang minimal mengandung sumber karbohidrat, protein (hewani atau nabati), dan sayur. Selain itu juga  gunakan jenis sayur dan lauk yang berbeda pada setiap waktu makan karena jenis makanan yang berbeda juga mengandung zat gizi yang berbeda. Semakin beragam akan semakin melengkapi kebutuhan gizi yang diperlukan oleh keluarga. Konsumsi cemilan yang sehat dan beragam di antara waktu makan utama. Contoh cemilan sehat antara lain : susu, kacang-kacangan, buah, roti, singkong, kentang, dll.

2. Berbagi Makanan Sesuai Dengan Kebutuhan Setiap Anggota Keluarga
Setiap anggota keluarga memiliki kebutuhan gizi yang berbeda. Maka perlu berbagi makanan sesuai dengan kebutuhan setiap anggota keluarga. Anak-anak, wanita, ibu hamil, ibu menyusui dan lansia memiliki kebutuhan yang lebih tinggi untuk zat gizi tertentu. Anak usia 1-3 tahun memerlukan sekitar sepertiga makanan pokok orang dewasa. Perhatikan, kebutuhan energi lebih besar pada anak-anak yang dalam masa pertumbuhan, terutama balita dan remaja, serta pada saat kehamilan dan menyusui. Konsumsi sayuran dan buah-buahan secara merata untuk seluruh anggota keluarga, tetapi pastikan ibu hamil dan menyusui mendapatkan lebih banyak. Porsi lauk-pauk atau sumber protein hewani lebih banyak kepada balita, remaja perempuan, wanita, terutama jika mereka hamil.

3. Menyiapkan dan Mengolah Makanan dengan Baik
Hal yang juga perlu diperhatikan adalah dalam cara pengolahan makanan. Usahakan membeli sayur pada hari yang sama saat akan dimasak dan disimpan di lemari es untuk mencegah sayur menjadi layu dan rusak. mencuci dan potong sayur sesaat sebelum akan dimasak untuk menghindari kehilangan vitamin dan mineral. Selain dikukus, alternatif pengolahan sayur yang lain untuk menjaga kandungan zat gizi sayuran adalah dengan cara ditumis. Masaklah daging, telur, ayam, ikan  hingga matang. Makanlah masakan langsung setelah matang.***

Sumber:
Pedoman Gizi Seimbang. Kememterian Kesehatan Tahun 2012.
Panduan Layanan Edukasi Dan Konsultasi Online Tentang Konsumsi Pangan Aman Bergizi Dan Hidup Bugar (LEKKA Bergizi Bugar). PERGIZI Pangan 2020
Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak. http://www.gkia.org/event_detail.php?id=102
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Pedoman Gizi Seimbang

*Hafifatul Auliya Rahmy, SKM MKM
– Dosen Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas
– Konsultan LEKKA BERGIZI BUGAR DPD PERGIZI Pangan Sumatera Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas