TIGA PASANG CAWAKO/CAWAWAKO PARIAMAN SEPAKAT LAWAN POLITIK UANG

Padang-today.com – Tiga pasangan calon walikota dan calon wakil walikota Pariman sepakat lawan politik uang dan

Advertisements

politisasi SARA demi Pilkada 2018 berintegritas aman dan damai.

Mereka sepakat untuk tidak melakukan politik uang di Pilkada Pariaman 2018.

Tiga pasang cawako/cawawako Pariaman menghadiri deklrasi dan sepakat untuk menolak politik uang dan politisasi SARA.

Cawako/cawawako hadir pasangan nomor urut 1, Mahyuddin – Muhammad Ridwan (MARI ), nomor urut 2, Dewi Fitri Deswati- Pabrisal (DP) dan nomor urut 3, Genius Umar— Mardison Mahyuddin (GEMA).

Acara di adakan Panwaslu juga di hadiri AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto Kapolres Pariaman,KPU Pariaman,Pengurus Parpol,Ormas,Dandim Pariaman.

Ketiga pasang cawako/cawawako mengucapkan ikrar tolak politik uang dan politisasi digagas Panwaslu di Mapolres Pariaman.

Setelah mengucapkan ikrar kemudian menandatangi ikrar tersebut. Selanjutnya tiga pasang cawako/cawawako membuhkan cap telapak tangan di spanduk sudah disiapkan Panwaslu.

Telapak tangan melambangkan penolakan terhadap praktik politik uang dan penggunaan isu SARA dalam penyelenggaraan pilkada 2018 di Pariaman.

Tidak saja pasangan cawako/cawawako bubuhkan cap tangan,para komisioner KPU,seluruh komisioner Panwaslu serta perwakilan wartawan juga ikut bubuhkan cap tangan.

Genius Umur Cawako nomor urut 3 menyatakan,deklarasi lawan politik uang dan politisasi SARA merupakan mementum pelaksaan demokrasi di Pariaman.

“Saya bersama Mardison sangat setuju lawan politik uang dan politisasi SARA di Pariaman,”katanya.

Masyarakat semakin cerdas dengan ada lawan politik uang.

Masyarakat jangan terkontaminasi pemberian uang dari calon kepala daerah.

“Masyarakat bisa memilih berdasarkan program apa yang dibuat oleh calon kepala daerah bertarung di Pilkada 2018,”imbuh Genius.

Sementara itu Dewi Fitri Dewati cawako nomor urut 2 menyatakan tidak setuju dengan adanya politik uang.

“Deklarasi ini memberikan keyakinan kepada saya bahwa insya allah Pilkada kali ini bersih dari politik uang,”katanya.

Ia meminta para pengawas Pilkada bekerja keras untuk mengantisipasi adanya politik uang. Deklarasi ini hanya sebatas seremonial jika masih terjadi politik uang di tengah-tengah masyarakat.

“Panwaslu harus bekerja keras dan berani menegakkan keadilan, kalau tidak, percuma deklarasi,”imbuhnya.

Sementara itu Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto menyatakan deklarasi lawan politik uang dan anti politisasi SARA salah satu menciptakan Pilkada Pariaman bersih.

“Masyarakat juga dapat mengawasi serta melaporkan dengan bukti pada pihak kepolisian bila ada politik uang sehingga bisa ditindak,”katanya.

Sementara itu Ketua Panwaslu Pariaman Elmahmudi menyatakan pilkada rawan politik uang dan politisasi SARA.

“Kerawanan politik uang kemungkinan terjadi saat kampanye,serangan fajar dan lainya,”katanya.

Sedangkan politisasi SARA tambah Elmahmudi terjadi di media sosial. “Dalam hal ini Panwaslu kerjasama dengan pihak kepolisian dalam mengungkap terjadinya politisasi SARA di medsos,”jelasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*