Tim Saber Pungli Tangkap Tangan Oknum Kepsek SMPN 2 Lintau

Fhoto : Oknum Kepsek A (59) dan salah seorang oknum guru J (52) SMPN 2 Lintau Buo Utara saat kena OTT oleh Tim UPP Saber Pungli Kabupaten Tanah Datar, dengan mengamankan uang hasil dari dugaan pungli sebesar Rp 10,1 juta, Senin (05/01/18).

Advertisements

 

Tanah Datar, www.padang-today.com,- Diduga lakukan pungutan liar terhadap orang tua murid, oknum Kepala Sekolah dan seorang guru di SMPN 02 di Lintau Buo Utara kena Operasi Tangkap Tangan UPP Saber Pungli Polres Tanah Datar, Senin (05/02/18) sore. 
 
Dari tangan oknum kepsek yang diketahui berinisial A (59) dan salah seorang guru J (52), tim Saber Pungli Polres Tanah Datar juga menyita sejumlah uang yang diduga hasil pungutan liar dari sejumlah wali murid sebesar Rp 10,1 juta. 
 
OTT yang dilakukan oleh tim Saber Pungli, merupakan hasil dari penyidikan yang dilakukan oleh tim, dan juga atas laporan masyarakat serta wali murid di SMPN 2 Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar. 
 
“Saat dilakukan OTT, tim menemukan uang dan dokumen dokumen lain. Hingga saat ini, keduanya belum dilakukan penahanan,” ucap Kapolres Tanah Datar AKBP Bayuaji Yudha Prajas didampingi Ketua UPP Saber Pungli Tanah Datar Kompol Hendra Syamri dan Kasat Reskrim AKP. Edwin kepada www.padang-today.com, Selasa (06/02/18) di Batusangkar. 
 
Kata Bayuaji, sebelumnya tim Saber Pungli sudah mendapatkan laporan atas kegiatan yang dilakukan di SMPN 2 Lintau Buo Utara yang memberatkan wali murid dengan kegiatan kegiatan yang sudah diarahkan oleh oknum kepsek A sebelum dilakukan rapat komite dengan wali murid. 
 
“Oknum kepsek A, melakukan pungutan uang ini tanpa proses dan aturan yang benar. Diduga ia sudah membuat rincian kegiatan untuk pembangunan sekolah, muasabah, belajar sore. Dan kegiatan yang dilakukan oleh oknum kepsek tersebut hanya pemberitahuan saja sehingga wali murid merasa keberatan,” ucap Kapolres Bayuaji. 
 
Tidak hanya melakukan dugaan pungutan liar terhadap orang tua siswa kelas VII, VIII dan IX, kata Bayuaji, ia juga memberikan pinjaman kepada pihak lain tanpa proses yang jelas. 
Kata Bayuaji, selanjutnya J, guru dan juga wali kelas juga menekankan didalam kelas untuk melakukan pembayaran sebelum ujian dilakukan. 
“Memang untuk saat ini mereka berdua belum dilakukan penahanan karena tim masih melakukan pengembangan tenyang kasus ini,” tutur Bayuaji.(ddy) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*