Tingginya Biaya Operasional, PDAM Kota Payakumbuh Akan Berlakukan Tarif Baru

Tingginya Biaya Operasional, PDAM Kota Payakumbuh Akan Berlakukan Tarif Baru

Tingginya Biaya Operasional, PDAM Kota Payakumbuh Akan Berlakukan Tarif Baru

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Tingginya biaya operasional Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Payakumbuh, dan meningkatnya kontribusi yang diminta pihak sumber air, membuat perusahaan daerah itu mempertimbangkan untuk menaikan Tarif Dasar Air (TDA) untuk golongan pelanggan semua kelompok. Kenaikan tarif dasar yang akan diberlakukan oleh pihak PDAM itu adalah sebesar seratus rupiah atau Rp 1.600 per meter kubik dari tarif dasar awal sebesar Rp1.500 per meter kubik.

Dirut PDAM Kota Payakumbuh Herry Iswahyudi, didampingi Dewan pengawas PDAM Adrian Danoes, menyampaikan hal itu, saat menggelar press confrence dan sosialisasi yang dilakukan kepada sejumlah wartawan dan LSM di aula PDAM, Senin (17/9). Menurutnya, kenaikan tarif memang terpaksa dilakukan oleh PDAM Payakumbuh karena tingginya biaya operasional yang ditimbulkan.

“Kenaikan tersebut terpaksa kami berlakukan karena biaya operasional sudah tidak ekuivalen lagi dengan biaya pemasukan. Sebenarnya tarif ini harus sudah naik per bulan Juli. Namun karena pertimbangan juga, baru per Oktober 2018 ini PDAM menaikan tarifnya. Faktor lainnya karena Perwakonya juga telah ditanda tangani walikota. Oleh karena itu, PDAM juga telah melakukan sosialisasi jauh-jauh hari terkait hal ini di kecamatan dan kelurahan. Selain itu, juga sebagai wujud dari PDAM untuk melakukan pelayan yang prima terhadap pelanggan,” ujarnya.

Menurut Herry, selain tingginya biaya operasional PDAM, kenaikan TDA ini juga sebagai pertimbangan dan tuntutan dari pemilik sumber air yang semuanya terletak di Limapuluh Kota. “Kita mempunyai tiga sumber yang air yang terletak di daerah tetangga Limapuluh Kota. Pihak sumber air tersebut juga menuntut kontribusi yang lebih dari tahun-tahun sebelumnya kepada kita. Dan itu juga menjadi salah satu pertimbangan kita menaikan TDA ini,” tambahnya.

Rencana kenaikan tarif air minum PDAM itu sebesar 100 rupiah per meter kubik dinilai wajar karena tarif PDAM kota Payakumbuh merupakan masih rendah dinadingkan dengan tarif dasar air dari daerah-daerah lainnya di Sumbar. “Menurut rencananya kami akan memberlakukan tarif baru kepada konsumen pada bulan Oktober mendatang. Untuk itu kami telah menggelar sosialisasi ke lima kecamatan yang ada dan juga ke kelurahan-kelurahan terkait penyesuaian tarif air minum dan non air minum di PDAM Payakumbuh tahun 2018 ini,” katanya.

Sementara itu, Kabag Teknis Salma Maizano, dalam paparannya, menyampaikan, penghitungan tarif yang akan dinaikan itu sudah sesuai dengan permendagri nomor 71 tahun 2016 tentang perhitungan dan penetapan tarif air minum. Kenaikan tarif bukan pandai-pandai PDAM sendiri. Tapi sudah melalui mekanisme dan sudah melalui petunjuk dari BPKP.

“Selain itu, dasar pemikiran untuk menaikan tarif air adalah tuntutan kenaikan kontribusi air baku dari pemilik sumber. Dengan adanya kenaikan tarif ini, maka tarif yang diusulkan diharpakan akan mampu untuk menutup seluruh biaya operasional yang sebelumnya telah membuat goncang keuangan PDAM Payakumbuh. Atas dasar itulah, pihak PDAM mau tidak mau harus menaikan tarif air. Dan hal itu dilakukan dengan berat hati,” ucapnya.

Kenaikan tarif itu juga tidak bertentangan dengan aturan yang ada, tentang pedoman teknis dan tata cara pengaturan tarif air minum pada PDAM. Dalam Permendagri itu diatur, tarif harus memenuhi prinsip keterjangkauan bagi masyarakat, tidak melebihi 4 persen dari UMR propinsi yang berjumlah Rp2.119.000 per Desember 2017.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*