Tingkatkan PAD, Dishub Siapkan Ranperda

VendaPadangpanjang, Padangtoday—Sebagai kota kecil yang terletak di persimpangan kabupaten kota, menuntut penataan serta pengelolaan yang ekstra untuk dilakukan demi mewujudkan lalu lintas serta perparkiran jauh dari kesemrawutan.

Advertisements

Menyikapi hal ini, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Padangpanjang menyiapkan langkah dengan mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang perpakiran di daerah berjuluk Serambi Mekkah tersebut. Hal ini guna penataan dan pengelolaan parkir lebih terarah dengan garisan aturan yang jelas.

Kepala Dishubkominfo, I Putu Venda mengaku saat ini sangat sulit menata kelola perpakiran karena keterbatasan lahan dan masih rendahnya pemahaman pengemudi tentang aturan penggunaan fasilitas jalan umum. Terutama terkait pamahanan pengguna kendaraan tentang larangan parkir di sepanjang jalan utama.

“Kondisi keterbatasan lahan parkir yang kita miliki, makin berpotensi terhadap kesemrawutan jalan raya dengan rendahnya pemahaman pengguna kendaraan terkait larangan parkir. Karena salah satu upaya yang dilakukan saat ini, selain imbauan juga diberikan efek jera dengan menderek kendaraan yang melanggar larangan parkir,” tutur Venda di ruangan kerjanya Rabu (3/2) siang.

Terkait keterbatasan lahan parkir, Vende menyebut dari sebanyak 8 titik yang dapat diberdayakan sebagai area parkiran kendaraan hanya menyisakan dua lokasi saja. Masing-masing kawasan terminal Lapangan Kantin dan komplek pertokoan di depan Bank Nagari meski hanya berfungsi satu ruas.

Lokasi parkiran selama ini di sepanjang jalan Imam Bonjol di kawasan Pasar Padangpanjang yang menampung cukup banyak kendaraan, saat ini tidak dapat difungsikan karena telah ditempatkan untuk pasar penampungan. Namun demikian keterbatasan ini dikatakan tidak menjadi alasan bagi pemilik kendaraan untuk memarkir di sebarang tempat dan melanggar rambu-rambu perpakiran.

“Di sini juga kita lihat masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap area dilarang parkir. Salah satunya pengendara tetap ngotot memarkir kendaraan sepanjang tidak terpasang rambu dilarang parkir. Sementara secara aturan, sepanjang jalan utama tidak dibenarkan parkir jika tidak terpasang rambu-rambu parkir,” ungkap Venda.

Meski dengan kondisi keterbatasan lahan parkir yang ada, melalui pengawasan yang ketat diharapkannya mampu mendorong pencapaian target retribusi parkir yang mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya sebesar Rp20 juta. “Meski kondisi area parkir terbatas, segala upaya akan kita lakukan untuk mencapai target PAD retribusi parkir tahun ini sebesar Rp200 juta,” pungkas Venda. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*