Tinjau Lokasi Banjir di Nagari Balaipanjang, Wabup Ferizal Intruksikan Penanganan Dampak Bencana

Wabup Ferizal Ridwan tinjau lokasi bencana banjir bandang di Nagari Balaipanjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kamis (24/8) pagi.

Advertisements

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Bencana alam banjir bandang melanda kawasan pemukiman penduduk dan infrastuktur di tiga Jorong, Kenagarian Balaipanjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kamis (24/8) dini hari. Bencana banjir diduga disebabkan tingginya curah hujan di kawasan tersebut, sejak Rabu (23/8) malam.

Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, yang sempat meninjau lokasi bencana Kamis pagi mengatakan, bencana banjir bandang atau air bah yang terjadi di Nagari Balaipanjang, diduga disebabkan meluapnya aliran batang sungai di kawasan setempat, karena tidak mampu menampung debit air hujan.

“Tadi malam daerah kita dilanda bencana banjir, tepatnya di nagari Balaipanjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, disebabkan curah hujan yang cukup tinggi sepanjang siang sampai malam,” sebut Ferizal Ridwan, dalam keterangan resminya.

Ferizal menyebut, menurut laporan hasil pantauannya Tim SAR BPBD Limapuluh Kota di lokasi, banjir air bercampur lumpur tersebut disebabkan akibat meluapnya Batang Mangkisi di kawasan Lurah Bukit, Nagari Balaipanjang. Dimana, sungai tersebut bersumber atau berhulu dari Bukit Barisan kawasan Bukit Cermin.

Luapan air tersebut kemudian membawa material tanah dan kayu lalu menggenangi ratusan hektar sawah, menghantam 2 buah jembatan, 1 bangunan Sekolah Dasar (SD) serta sekitar 67 rumah penduduk. “Banjir juga sempat merusak ruas badan jalan serta infrastuktur lainnya,” kata Ferizal Ridwan.

Pagi itu, kata Ferizal, Tim BPBD Limapuluh Kota, aparatur Kecamatan Lareh Sago Halaban bersama masyarakat langsung bergotong-royong membersihkan yang terkena dampak banjir. Tim Pemadam dari Dinas Kebakaran juga dikerahkan ke lokasi, guna melakukan pembersihan terutama bangunan.

Dari keterangan masyarakat, genangan air di pemukiman penduduk mulai diketahui sekitar pukul12.40 WIB. Air, dikatakan warga sekitar, debit air mulai menggenangi kawasan penduduk yang berada di sekitar aliran sungai. Ferizal mengaku tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 06.30 WIB paginya, setelah mendapat informasi warga dan Tim BPBD.

“Saya sudah intruksikan beberapa langkah-langkah penyelamatan sebagai upaya tangap darurat. Saya sudah intruksikan BPBD dan OPD terkait melakukan pendataan, penyelamatan dan membuat pelaporan secara adminitrasi. Saya imbau semua pihak terutama unsur pemerintah daerah ikut membantu, agar penanganan tanggap darurat cepat terlaksana,” sebut Ferizal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Limapuluh Kota, Nur Akmal, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Rahmadinol melaporkan, hingga Kamis (24/8) siang, kondisi luapan air yang melanda 3 jorong, yakni Jorong Lurah Bukik, Tareh dan Tampuang Kodok.

“Selain bangunan rumah, sekolah dan jalan di Balaipanjang, banjir juga mengakibatkan terputusnya jaringan Pamsimas sebagai sumber air bersih disana. Selain itu, juga ada 2 rumah terendam banjir di Jorong Seberang Air di Nagari Batupayuang,” ujar Rahmadinol melaporkan.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*