Tuntutan Belum Dipenuhi, Ahli Waris Kembali Segel Gerbang Sekolah

Agam, PADANGTODAY.com – Setelah sempat disegel pada Selasa (9/9) kemarin, Yernalis selaku ahli waris dari yang mewakafkan tanah untuk pembangunan SMPN 7 Lubukbasung kembali melakukan penyegelan terhadap gerbang masuk SMPN 7 Lubukbasung, Rabu (10/9) pagi.

Selain menghambat proses belajar-mengajar, kejadian tersebut juga memicu kemarahan dari pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga yang meminta agar gerbang yang disegel segera dibuka kembali, agar siswa dan guru dapat masuk kedalam sekolah untuk mengikuti proses belajar mengajar.

Tak hanya itu, pihak ahli waris juga meletakkan karton bertuliskan tuntutan terhadap Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam segera merealisasikan tuntutan ahli waris. Hadir dilokasi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Agam, Fauzir, Sekretaris Disdikpora Agam Isra, Camat Lubukbasung Helton, Kabag Ops Polres Agam Kompol Sarmidi, Kasat Intel AKP Sumardi, Kapolsek Lubukbasung AKP Dedy Nofra, Kasat Pol PP Agam Olkawendi dan Danramil Lubukbasung Kapten Zul Akmar.

Kepala Dinas pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, Fauzir meminta kepada ahli waris untuk membuka palang kayu yang membentang di gerbang masuk sekolah, namun tidak diindahkan oleh ahli waris sehingga keadaan sempat memanas karena saat petugas dari Pol PP Agam dan Polisi hendak memindahkan kayu.

Sempat terjadi perlawanan dari pihak ahli waris untuk menghentikan petugas. Setelah dilakukan perundingan, akhirnya pihak ahli waris bersedia untuk membuka kayu penghalang yang dipasang di gerbang masuk sekolah dan musyawarah dilanjutkan ke kantor Dinas pendidikan Pemuda dan Olahraga agar tidak mengganggu proses belajar mengajar dilokasi sekolah.

“Persoalan ini bisa dibicarakan dengan baik-baik dan kita carikan solusi bersama-sama, bukan dengan cara menghalangi siswa dan guru masuk kedalam sekolah dengan cara memagar gerbang sekolah, karena hal tersebut dapat mengganggu proses belajar-mengajar yang dapat merugikan peserta didik,” ujar Kepala Dinas pendidikan Pemuda dan Olahraga, Fauzir.

Dalam musyawarah yang dilakukan, ahli waris masih melakukan tuntutan yang sama seperti hari Selasa kemarin, yakni salah satu ahli waris, Erman S.Pd yang merupakan guru di SMKN 2 Lubukbasung untuk diangkat menjadi Kepala Sekolah di SMPN 7. Kemudian, anak dari Yernalis supaya bekerja sebagai PNS di SMPN 7 Lubukbasung.

Sementara itu, menanggapi tuntutan tersebut, pihak Dinas Pendidikan meminta ahli waris untuk membuat tuntutan secara tertulis sesuai dengan keputusan keluarga. Kemudian surat tuntutan itu nantinya akan jadi bahan untuk ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku. (martunis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*