Uji Petik Retribusi TPR Naik 10 Persen Perhari

logo kota padang panjang sumbarPadangpanjang, Padangtoday—Langkah Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Padangpanjang melakukan uji petik terhadap retribusi pada 3 dari 4 TPR yang ada, menunjukkan peningkatan pendapatan 5-10 persen setiap harinya.

Advertisements

Kepala UPTD Terminal Kota Padangpanjang, Ferino Romiko mengatakan uji petik yang dilakukan selama sepekan hingga Selasa (22/3) kemarin guna mengukur kembali potensi pendapatan retribusi TPR pascapengunaan fly over sebulan belakangan. Uji petik tersebut dilakukan dengan menempatkan personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.

“Pasca fly over difungsikan, terjadi perubahan sistem alur transportasi angkutan orang (bus) dan barang (truk). Melalui uji petik ini juga akan terukur kemungkinan tingkat kebocoran retribusi, karena salah satu TPR yang ditempatkan di Jalan Bahder Johan telah ditutup dan memusatkan retribusi melalui gerbang keluar dan masuk terminal,” ungkap Romi kepada Padang Today.

Melihat hasil uji petik hingga Senin (20/3) kemarin, Romi mengatakan terdapat peningkatan pendapatan maksimal mencapai 10 persen. Peningkatan tersebut dikatakan sebagai pedoman terhadap pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi angkutan orang dan penumpang yang mencapai Rp1,6 miliar pertahun.

Namun demikian, hingga triwulan pertama diperkirakan pencapaian PAD baru mencapai angka sekitar 20 persen. Secara target pencapaian perhari yang beragam, pencapaian target tahunan diyakini bisa melebihi target tahunan jika masih berada pada posisi normal seperti tahun sebelumnya.

“Target pencapaian pendapatan setiap bulannya tidak sama. Di antaranya hingga pertengahan tahun itu berkisan Rp100-135 juta dan pertengahan tahun hingga Desember target capaian berkisar Rp140-160 juta perbulannya,” bebernya.

Berkaitan dengan wecana peralihan aseta terminal yang diberlakukan pada Oktober mendatang, perkiraan penurunan pendapatan bisa sekitar 20 persen atau Rp300 juta pertahun. Penurunan tersebut berdasarkan peralihan aset terminal Tipe B atau retribusi yang bersumber dari jenis angkutan orang.

“Peralihan terminal secara aset dan pengelolaan terhadap provinsi, turut mempengaruhi terjadinya penurunan pendapatan retribusi. Namun hanya satu bagian saja, yakni pungutan retribusi pada angkutan orang dan untuk angkutan barang tetap menjadi sumber pendapatan bagi daerah,” terang Romi. (ifz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*