UNAND Kirim Tiga Peneliti, Pengabdian ke Keltan Kubu Gadang

Resti Rahayu, peneliti UNAND yang menjelaskan manfaat biopestisida kepada puluhan petani, Selasa.Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Universitas Andalas (UNAND) menurunkan tiga penelitinya dari Padang ke Payakumbuh dalam rangka pengabdian masyarakat. Ketiganya peneliti tersebut yakni Dr. Resti Rahayu, Dr. Nasril Nasir dan Nurmansyah, M.Si. Dalam pengabdian yang dilaksanakan, para peneliti memberikan sosialisasi tentang pembuatan biopestisida sederhana dari tumbuhan lokal untuk mengurangi dampak pemakaian pestisida sintetik.

Advertisements

Di Payakumbuh, ketiga peneliti itu turun ke Kelompok Tani Paku Tiang dan Kelomok Wanita Tani (KWT) Berlian, Kelurahan Kubu Gadang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Selasa (23/8).

Di kelurahan berpenduduk 2.000 jiwa itu, tim peneliti UNAND melatih anggota keltan untuk membuat biopestisida.

Keterangan dari Resti Rahayu, pemakain  pestisida (sintetik) memang masih diperlukan petani untuk meningkatkan hasil pertanian. Namun menurutnya, pemakaian pestisida berlebihan dan terus-menerus bakal mengancam kesehatan konsumen, sebab bisa menyebabkan kangker dan alergi.

Dari sana, tim peneliti UNAND terus melakukan improvisasi dan penelitian menggunakan tanaman lokal yang banyak tumbuh di sekitar masyarakat. Pembuatan biopestisida dikatakan tidak sulit, sebab berasal dari tanaman bukan dari bahan kimia.

Tumbuhan yang dapat diolah menjadi biopestisida di antaranya daun sirsak, daun sirih-sirih, daun gambir, bawang putih, daun kecubung dan minyak serai wangi.

Menurut Resti, pemakaian biopestida sederhana dari tumbuhan lokal itu akan mengurangi biaya produksi sekitar 25 persen. Dampaknya, modal menjadi ringan dan keuntungan petani bakal lebih banyak. Mengurangi pemakaian pestisida sinetik dan beralih ke biopestida, sebut tim peneliti tersebut, bukan hanya meningkatkan produksi, tapi juga ramah lingkungan.

Untuk itu, tim peneliti UNAND meminta komitmen anggota kelompok tani dan KWT di Kubu Gadang untuk menjadi petani pelopor sebagai pemakai biopestida di Payakumbuh.

Pihak Unand, kata  Resti Rahayu, akan memberikan pendampingan dan menurunkan mahasiswanya dalam membuat biopestisida di Payakumbuh. Selain menjelaskan pembuatan biopestisida, tim peneliti juga menjelaskan tanaman-tanaman pengusir nyamuk.

Camat Payakumbuh Barat Nurdal, S.Sos memberikan apresiasi terhadap Universitas Andalas yang cukup peduli dengan petani di Kubu Gadang. Camat mengajak petani setempat untuk menerima tawaran UNAND dalam mengembangkan biopestisida di Payakumbuh.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*