UNBK di SMKN 2 Padang Berlangsung Lancar Tanpa Kendala

sekda 1

Advertisements

PADANG,PADANGTODAY.COM – Hingga hari terakhir pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN 2 Padang berlangsung lancar tanpa kendala. Sekolah satu-satunya yang melaksanakan UNBK di Kota Padang ini ditinjau langsung Sekretaris Daerah Kota Padang, Nasir Ahmad beserta rombongan, Kamis (7/4).

Kedatangan Sekda ke sekolah itu disambut Kepala SMKN 2 Padang, Raymon beserta sejumlah guru. Sekda juga menyempatkan diri melihat proses ujian tersebut melalui kamera CCTV yang diparalelkan ke ruang guru.
“Pada hari terakhir pelaksanaan UNBK tidak ditemukan kendala yang tak teratasi. Kendala ada tetapi bisa kita atasi,” ungkap Raymon kepada Sekda.

Raymon menyebut bahwa selama pelaksanaan UNBK tidak terjadi kendala listrik mati maupun gangguan jaringan internet. Jikapun terjadi kendala listrik, Raymon mengaku bahwa sebenarnya pihaknya telah melakukan antisipasi dengan menyiapkan genset dan UPS.

“Hingga kini tidak terjadi listrik mati maupun jaringan internet yang terputus, semua aman,” tambahnya.

Pada UNBK ini, seluruh siswa mengikuti empat mata ujian. Keempatnya yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, serta Teori Kejuruan. “Satu mata ujian dikerjakan selama dua jam,” ungkap Raymon.

Siswa peserta ujian di SMKN 2 berjumlah 406 siswa. Dalam ujian selama empat hari ini, SMKN 2 memberlakukan sistem shift. Shift pertama diikuti 150 siswa, shift kedua 150 siswa dan shift ketiga sebanyak 106 siswa. “Kita menyiapkan 160 komputer, tetapi hanya 150 yang dipakai. Selebihnya kita standby-kan untuk antisipasi jika terjadi kerusakan,” sebut Raymon.

Terkait soal ujian, Raymon mengaku bahwa seluruh siswa tidak akan bisa mencontek jawaban teman lainnya. Sebab soal ujian tiap siswa bervariasi. “Varian soal sebanyak siswa, jadi antara siswa akan berbeda soalnya,” tuturnya.

Agar siswa tidak gagap dalam ujian, pihak SMKN 2 sudah melakukan tiga kali simulasi atau try out. Try out pertama pada Januari lalu. Sedangkan try out terakhir merupakan glady resik. “Tiga kali simulasi yang dilakukan untuk menghindari kekhawatiran orangtua dan siswa dalam ujian,” tukasnya.

SMKN 2 merupakan satu-satunya sekolah di Padang yang melaksanakan UNBK. Di Sumbar, hanya 45 sekolah yang melakukan ujian dengan sistem ini. “Di Sumbar, hanya 35 SMK dan 10 SMA yang menggelar ujian seperti ini,” aku Raymon.

Raymon mengakui bahwa pelaksanaan UNBK cukup bagus di era saat ini. Disamping praktis juga tidak memakan biaya besar. “Kalau masih mengunakan kertas biayanya besar. Mulai dari biaya cetak soal, pendistribusian serta pengamanan soal. Kalau UNBK ini soalnya disimpan di dunia maya saja,” ujar Raymon.

Sementara itu, Sekda Nasir Ahmad menyebut, dalam melaksanakan UNBK ini butuh kesiapan yang cukup matang. Tidak saja kesiapan SDM tetapi juga kesiapan siswa. “Kalau keduanya itu tidak siap, ujian ini tidak akan berjalan sebagaimana mestinya,” kata Sekda yang didampingi Kabag Humas, Mursalim.

Sekda mengakui bahwa pelaksanaan UNBK memang lebih cepat dari segi waktu dibanding ujian melalui kertas. Ujian menggunakan kertas memakan waktu untuk membulatkan jawaban dengan pensil. “Sedangkan lewat UNBK ini hanya dengan klik saja,” sebut Sekda.

Sekda berharap ke depannya pelaksanaan UNBK di Padang tidak saja dilakukan di SMKN 2. Tetapi sudah harus diikuti oleh sekolah lain.(can/ch)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*