Usia 9 Tahun Kabupaten Bandung Barat, Telah Sukses Membangun Terencana dan Berkelanjutan

Kunjungan Kerja Komisi A

DPRD Payakumbuh 30 Mei 4 Juni 2016

 

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat, Pither Tjuandys dan Anggota Fraksi PAN K Wahyu menyerahkan cinderamata tanda sambutan diterima Hurisna Jamhur, S.Pd. atas kunjungan kerja Komisi A DPRD Kota Payakumbuh ke DPRD Kabupaten Bandung Barat, Rabu (1/6t/2016). Sebelumnya, Komisi A juga melakukan kunjungan kerja dan berdialog hangat dan sengit dengan Sekda Kabupaten Bandung Barat bersama SKPD.

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat, Pither Tjuandys dan Anggota Fraksi PAN K Wahyu menyerahkan cinderamata tanda sambutan diterima Hurisna Jamhur, S.Pd. atas kunjungan kerja Komisi A DPRD Kota Payakumbuh ke DPRD Kabupaten Bandung Barat, Rabu (1/6t/2016). Sebelumnya, Komisi A juga melakukan kunjungan kerja dan berdialog hangat dan sengit dengan Sekda Kabupaten Bandung Barat bersama SKPD.

Bandung Barat, PADANG-TODAY.com-Kunjungan Kerja DPRD Kota Payakumbuh, makin penuh jadwalnya. Komisi A yang diketuai oleh mantan birokrat dan pamong ibukota DKI Jakarta, H Fitrial Bahri dengan Sekretaris Komisi A Hurisna Jamhur, bersama anggota HI Dt Rajo Muntiko Alam, Alhudrie Dt Rangkayo Mulie, Ahmad Ridha, dan Yanuar Gazali, Rabu (1/6/2016) mengadakan kunjungan kerja, berdiskusi, dan menggali informasi.

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat, Pither Tjuandys dan Anggota Fraksi PAN K Wahyu menyerahkan cinderamata tanda sambutan diterima Hurisna Jamhur, S.Pd. atas kunjungan kerja Komisi A DPRD Kota Payakumbuh ke DPRD Kabupaten Bandung Barat, Rabu (1/6t/2016). Sebelumnya, Komisi A juga melakukan kunjungan kerja dan berdialog hangat dan sengit dengan Sekda Kabupaten Bandung Barat bersama SKPD.

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat, Pither Tjuandys dan Anggota Fraksi PAN K Wahyu menyerahkan cinderamata tanda sambutan diterima Hurisna Jamhur, S.Pd. atas kunjungan kerja Komisi A DPRD Kota Payakumbuh ke DPRD Kabupaten Bandung Barat, Rabu (1/6/2016). Sebelumnya, Komisi A juga melakukan kunjungan kerja dan berdialog hangat dan sengit dengan Sekda Kabupaten Bandung Barat bersama SKPD.

Bersama SKPD, mereka disambut di ruang rapat Asisten III Setdakab Bandung Barat. Pertemuan berlangsung hangat. Pemko Payakumbuh juga hadir Asisten II Amriul Dt Karayiang, Camat Payakumbuh Barat Nurdal, Camat Payakumbuh Utara Nofriwandi, Camat Payakumbuh Selatan Donie Prayuda, Sekcam Payakumbuh Timur Ezi Elfiwan, Sekwan Erwan, Kabag Risalah Prima Y, Kadisdukcapil Mediar Indra, Kepala Perpustakaan dan Arsip Zulrefri.

Perkenalan Kabupaten Bandung Barat yang 9 Juni 2016 memasuki usia 9 tahun, dibarengi dengan telah bersebarnya spanduk dan pengumuman dimana-mana. Lalu, daerah pemekaran Kabupaten Bandung yang di awal berdirinya, harus merangkak dengan berkantor di rumah penduduk, pindah ke pabrik yang ditinggalkan produksinya.

”Awal yang mengenaskan. Tapi itu semua telah kami tempuh dengan pembangunan terencana dan berkelanjutan. Kini, di atas bukit ini, kami bangun komplek perkantoran besar secara terencana, terukur, dan terkendali di Jalan Padalarang, Cisarua km. 2,” ujar Asisten III Setdakab Bandung Barat Maman Sulaiman itu.

Slogan Kabupaten Bandung Barat juga singkat padat, ”Cerdas, Rasional, Maju, Agamis, dan Sehat” menjadi slogan nyata pembangunan dan kinerja Bupati Drs H Abubakar MSi dalam memimpin kabupaten muda usia ini. Saat ini APBD daerah berpenduduk 1,6 juta jiwa ini, sejumlah Rp1,2 triliun.

Bandung Barat sebab awalnya hanya 15 kecamatan, dengan dibangunnya sebuah pembangkit listrik besar, menjadi 16 kecamatan dengan 165 buah desa. Kabupaten yang berbatas dengan Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi. Kota Bandung, dan Kabupaten Cianjur sungguh kompleks persoalan yang dihadapi.

Namun keluarbiasaan ditampilkan oleh aparatur pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Coorporate Social Responsibility berbagai perusahaan, diraih oleh berbagai instansi. Kuncinya tentu presentasi dan lobi demi sukses pembangunan daerah.

”Seperti kami, nyaris tidak lagi memberatkan APBD. Sebab, tahun ini dibantu 90 komputer dari CSR Coca-Cola. Bantuan bentuk buku baru sekian ribu dari perusahaan lain. Serta bantuan sarana dan prasarana lainnya di Perpustakaan Daerah Kabupaten Bandung Barat,” ujar Kepala Pustaka Bandung Barat yang sekaligus membungkam ungkapan Zulrefri yang mengatakan mendapat anggaran di bawah Rp1 miliar dari APBD Payakumbuh.

Kuncinya inovasi. Ya, di Payakumbuh, menurut H Fitrial Bahri saat ini dengan komposisi 48 kelurahan, setelah sebelumnya 76 kelurahan, tentu banyak potensi bisa dimanfaatkan setelah mengetahui progres yang kini dilakukan di Kabupaten Bandung Barat ini.

Awalnya Pendapatan Asli Daerah pemekaran ini hanya Rp26 milyar lalu melonjak di tahun berikutnya menjadi Rp300 milyar. Kabupaten Bandung Barat juga menghasilkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) nomor 1 se-Indonesia.

Sebab ditanya oleh Kadisdukcapil Kota Payakumbuh Mediar Indra, apakah pelayanan prima KTP-el, KK, dan Akta telah diberikan. Maka dijawab langsung oleh Asisten III bahwa setiap harinya 600 pengurusan KTP-el, KK, dan Akta harus dilakukan. Makanya, Kadisdukcapil Kabupaten Bandung Barat, sebisanya harus tetap di kantor.

”Sebab, ini urusan tanda tangan basah. Harus langsung Kadisdukcapil yang menandatangani,” ujar Maman Sulaiman.

Soal teknologi informasi dan keterjaminan informasi dari dan antar SKPD, satu kali telepon saja, Asisten III langsung mengumpulkan SKPD terkait. Ini juga berbeda dengan Kota Payakumbuh, yang jaraknya berjauhan tidak di satu komplek perkantoran.

Siangnya, lepas shalat Zuhur di Masjid DPRD Bandung Barat, DPRD Bandung Barat dipimpin Sekretaris Komisi III, Pither Tjuandys bersama Anggota Fraksi PAN, K Wahyu. Hasil pertemuan dengan Pemkab Kabupaten Bandung Barat diapresiasi DPRD Bandung Barat. Terlihat sinergisitas antara kedua lembaga pemerintahan ini.

”Puji Tuhan, 2016 Pokir (Pokok Pikiran) atau Dana Aspirasi kita diberikan setiap anggota DPRD yang 50 orang, masing-masing Rp700 juta. Tahun 2017 ditambah Rp100 juta lagi,” kata Pither Tjuandys.

Ketua Komisi A DPRD Payakumbuh, H Fitrial Bahri mengaku cukup terkesima dengan komitmen pembangunan di Bandung Barat. Kedatangan DPRD Kota Payakumbuh, meski di sela-sela kesibukan, tetap disambut oleh unsur pimpinan Komisi, meski yang lain sedang sibuk-sibuknya di berbagai kegiatan.

”Guna meningkatkan silaturahmi, kesatuan NKRI, serta kami yang menjalankan amanat UU, untuk melaksanakan kunjungan kerja, maka kami datang ke DPRD Bandung Barat, menggali informasi dan bertukar pikiran tentang sistem pembangunan, pemerintahan, dan pelayanan publik,” ujar H Fitrial Bahri, yang mantan pamong ini.(Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*