Wako: Telah Sebulan Payakumbuh Lawan Nyamuk dan DBD

Perang DBD sejak sebulan lalu telah dilakukan Payakumbuh. Kota yang dini mengantisipasi wabah DBD ini, melakukan sweeping dan fogging ke rumah-rumah penduduk. Di Kelurahan Talang, pihak Puskesmas dan Lurah langsung turun ke areal fogging.

Perang DBD sejak sebulan lalu telah dilakukan Payakumbuh. Kota yang dini mengantisipasi wabah DBD ini, melakukan sweeping dan fogging ke rumah-rumah penduduk. Di Kelurahan Talang, pihak Puskesmas dan Lurah langsung turun ke areal fogging.

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Kondisi alam dan cuaca di lingkungan saat ini senantiasa berubah. Hal ini menyebabkan tumbuh dan berkembangnya nyamuk penyebar penyakit. Inilah yang dicemaskan oleh Walikota H Riza Falepi.

Sejak beberapa waktu yang lalu, seluruh perangkat Dinas Kesehatan sampai ke Puskesmas diturunkan melakukan sosialisasi dan pengasapan guna membunuh nyamuk pembawa penyakit ini. Penyakit yang kini menjadi wabah di banyak daerah di Indonesia, DBD kian mengkhawatirkan.

Sebab itu, Kota Payakumbuh pun melakukan perang melawan nyamuk pembawa penyakit dan jentiknya. Sosialisasi hidup bersih pun dilakukan.

”Sudah lebih satu bulan ini, kita lakukan perang terhadap nyamuk dan jentik pembawa penyakit ini,” ujar Walikota H Riza Falepi kepada padang-today.com saat diwawancara di Payakumbuh.

Semua rumah, sejak sebulan lalu telah disweeping. Sweeping atau penggeledahan jentik nyamuk diikuti dengan fogging atau pengasapan, khususnya di lokasi yang ada kejadian pasien yang menderita DBD atau demam dengue.

Talang

Kepala Puskesmas Payolansek, Eka Rahmawati SKM bersama 7 orang staf di Puskemas yang berpersonil 40 orang itu, merangsek ke Perumahan Talang Indah, Payakumbuh Barat, (2/2) lalu. Dilanjutkan ke Bulakan Balai Kandi (8/2).

Fogging yang dilakukan di dua lokasi ini dikawal langsung oleh aparatur kelurahan setempat. Lurah Talang Gusmardi SH terlihat bersemangat. Warganya memang ada yang menderita Demam Dengue dan tengah dirawat.

Sekitar 100 rumah diasapi oleh alat fogging dan petugasnya. Pengasapan yang berlangsung dari pukul 6.30 – 11.30 WIB itu berlangsung lancar. Diakui oleh Eka Rahmawati SKM bahwa di kawasan ini telah menyebar jentik nyamuk 5-20 persen dari populasi jentik normal.

”Begini, nyamuk pembawa DBD ini, tergolong nyamuk elit. Artinya, nyamuk ini tidak mau hidup di daerah yang tergenang air namun kotor apalagi air tergenang di atas tanah. Nyamuk ini mau berkembang biak di kawasan air tergenang yang bersih dan terlindung,” terang Eka Rahmawati SKM.(dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*