Wako Turun Tangan Benahi Kawasan Fasum

Bersihkan, walikota Padangpanjang turun ke lapangan untuk membersihkan fasilitas umum yang dirusak oknum yang tak bertanggung jawab.

Bersihkan, walikota Padangpanjang turun ke lapangan untuk membersihkan fasilitas umum yang dirusak oknum yang tak bertanggung jawab.

Advertisements

Padangpanjang,padangtoday.com-Geram dengan sikap seakan tidak peduli terhadap tanggung jawab pihak terkait di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Walikota Padangpanjang turun langsung ke lapangan melakukan perawatan fasilitas umum (fasum) dengan ikut gotong royong bersama petugas kebersihan, Minggu (14/6) kemarin.

Walikota Hendri Arnis yang turun dengan berpakaian santai saat itu, tampak turut melakukan pembersihan di kawasan fasum seperti Halte di depan kantor Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padangpanjang. Dibantu sejumlah tenaga kebersihan, Wako Hendri ikut memperbaharui cat halte yang telah dipenuhi coretan permanen oleh tangan-tangan jahil.

“Halte dibangun dengan anggaran negara, kepentinnya untuk masyarakat banyak yang masuk dalam salah satu indikator keindahan kota. Selain menimbulkan ketidaknyamanan masyarakat sebagai pengguna, coretan dan tidak dirawatnya halte ini juga mengganggu keindahan kota,” tutur Wako Hendri yang tengah asik memainkan kuas di tangannya.

Terkait upaya perawatan fasilitas umum secara luasnya, Wako Hendri menjawab merupakan tanggungjawab bersama. Akan tetapi dalam hal ini, SKPD terkait seperti Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) melalui bidang masing-masing telah dianggarkan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi).

Dishub yang berkaitan langsung dengan lalu lintas dan atributnya, ditegaskannya wajib menjaga dan merawat fasilitas seperti halte. Demikian juga dengan Dinas PU, untuk kebersihan dan kelestarian lingkungan juga memiliki tanggungjawab untuk menjaga kawasan fasilitas umum tersebut tetap nyaman difungsikan.

“Kondisi halte yang seperti ini memang tidak hanya terjadi di Padangpanjang saja karena sulit terhadap pengawasannya dari tangan-tangan iseng. Namun demikian, SKPD terkait juga tidak semestinya melakukan pembiaran seperti ini,” ungkap Wako geram.

Menyikapi hal tersebut, walikota termuda Indonesia yang alergi dengan birokrasi itu mengaku akan segera memanggil pihak SKPD terkait karena telah dinilai tidak serius dalam menjalankan tugasnya. Khususnya pihak Dishub, terkait perawatan sejumlah halte dari coretan tersebut sudah disampaikan beberapa bulan lalu untuk penanganannya.

“Saya akan meminta penjelasan pihak SKPD terkait, kenapa tidak ada upaya mereka untuk membenahi halte ini hingga dalam waktu cukup lama terabaikan. Kemudian kepada pihak terkait lainnya, untuk menjaga fasilitas umum ini dimintakan agar dipasangkan selebaran Peraturan Daerah (Perda) terkait guna mengantisipasi tindak kenakalan yang sama,” ujar Wako Hendri sembari berharap semua pihak peduli untuk merawat fasilitas umum.

Kasat Pol PP Padangpanjang, Yoni Aldo yang dihubungi terpisah mengaku terdapat sanksi tegas terhadap oknum yang melakukan perusakan atau coretan terhadap fasilitas umum. Seperti dituangkan dalam Perda Trantibum, setiap orang dan atau badan dilarang mencoret atau menggambar pada dinding bangunan milik pemerintah dan fasilitas umum lainnya.

“Pelanggaran terhadap ketentuan di atas, yang bersangkutan dapt dikenakan sanksi denda administrative paling banyak Rp250 ribu atau pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp5 juta. Ini akan kita tempelkan di setiap bangunan yang rentan gangguan seperti halte, untuk mengantisipasi sekaligus sosialisasi,” jawab Yoni melalui selulernya. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*