Wali Nagari Usai Dipilih, Wabup Ferizal: Wali Nagari Diharapkan Beradaptasi Cepat

Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan, saat melakukan kunjungan bersama Tim Safari Ramadhan Pemkab di Nagari Solok Bio-bio, Harau, Senin (13/6) malam.

Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan, saat melakukan kunjungan bersama Tim Safari Ramadhan Pemkab di Nagari Solok Bio-bio, Harau, Senin (13/6) malam.

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Usai dilangsungkannya pemilihan pemimpin yang menyasar 52 Kenagarian, Minggu (12/6), Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota gencar melakukan sosialisasi terkait upaya percepatan pembangunan daerah kedepan. Para wali nagari terpilih, setelah dilantik nantinya, diharapkan bisa langsung bekerja memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan, saat melakukan kunjungan bersama Tim Safari Ramadhan Pemkab di Masjid Jami’ Jorong Padang Laweh, serta Masjid Al-Jamaah Jorong Bio-Bio, Nagari Solok Bio-bio, Harau, Senin (13/6) malam.

“Bagi kepala pemerintahan di tingkat terendah, yakni wali nagari yang baru terpilih, diharapkan bisa beradaptasi dengan cepat, bergerak memacu kinerja, mempercepat proses pembangunan,” pesan Wabup Ferizal Ridwan.

Turut hadir bersama Wabup Ferizal dalam Tim Safari Ramadhan itu jajaran Kepala SKPD, Camat Harau Deki Yusman, serta Wali Nagari Terpilih Solok Bio-Bio, Andri Helmi.

Sesuai jadwal kegiatan tim safari Ramadhan malam itu, rombongan Ferizal sedianya hanya mengunjungi satu masjid. Namun, ia mengaku sengaja berkunjung ke dua masjid supaya bisa memperbanyak silaturrahmi dengan masyarakat.

Kepada para jama’ah masjid, Ferizal menyebut, saat ini kondisi daerah Limapuluh Kota masih jauh tertinggal di banding Kota/Kabupaten lain. Salah satu obyek yang mendesak segera diperbaiki adalah kinerja aparatur dan penataan birokrasi. Sebab kini, katanya, paradigma penilaian publik atas kinerja pemerintah sudah jauh berubah, seiring perkembangan zaman.

Perubahan terhadap aturan dasar UU pemerintah, seperti UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, menurut Ferizal, secara tidak langsung sudah menimbulkan banyak perubahan paradigma atau penilaian masyarakat terhadap wibawa pemerintahan.

“Ini lah paradigma yang tidak bisa kita hindari. Bayangkan saja, dulu kepala nagari saja sangat berwibawa, sekarang sudah berbeda,” sebutnya.

Putra Lareh Sago Halaban itu mencontohkan seperti wibawa seorang kepala pemerintah pada masa lalu, ketika seorang wali nagari menghimbau warganya melakukan kegiatan gotong royong hanya cukup secara lisan saja. Tapi sekarang, harus melalui surat resmi. Itu pun masyarakat banyak yang tidak mengindahkankan. Agar memiliki kewibawaan, wali nagari dituntut merakyat atau memposisikan diri sebagai pelayan masyarakat.

“Bayangkan saja, dulu Pak Wali Nagari atau Tuak Palo (sebutan bagi kepala Desa-red), tinggal saja kopiahnya di atas batu, maka masyarakat yang sedang bergotong-royong belum mau berhenti bekerja. Sekarang, bupati atau wakil bupati sudah marah-marah, tidak juga diindahkan oleh aparaturnya,” sebutnya.

Wali nagari, katanya, seyogyanya dapat menyiapkan, serta mensinkronisasi antara RPJM Nagari dengan RPJMD Limapuluh Kota. Apabila tidak sinkron, maka akan terbentur ketika melakukan pelaksanaan nantinya.

“Banyak sekali peluang pembangunan bagi nagari, bisa melalui dana DAK atau Dana Desa. Mari kita buka kran untuk pengembangan potensi daerah,” ajak Ferizal.(rel/Dodi Syah Putra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*