Walikota Riza Ajak Petani Wujudkan Target Nasional 42.000 Ton Padi

Walikota Riza Falepi bersama H. Hamdan Bachtiar, pemilik tanah mengambil adukan semen untuk meletakkan batu pertama pembangunan Kantor Kelurahan Talang Kamis (19/5).

Walikota Riza Falepi bersama H. Hamdan Bachtiar, pemilik tanah mengambil adukan semen untuk meletakkan batu pertama pembangunan Kantor Kelurahan Talang Kamis (19/5).

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Target Nasional untuk Kota Payakumbuh, sebesar  42.000 ton padi pada 2017 menjadi perhatian serius Walikota H. Riza Falepi. Di depan lebih kurang 250 anggota kelompok tani, kelompok wanita tani, gabungan kelompok tani, pengelola sub terminal agribisnis (STA), Walikota Riza Falepi, mengajak para pelaku pertanian itu untuk menyukseskan Target Nasional tersebut.

“Saya berharap, Target Nasional terhadap peningkatan ketahanan pangan itu harus mampu kita wujudkan. Mudah-mudah pada 2017 nanti, Target Nasional 42.000 ton padi selama setahun itu dapat kita wujudkan,” imbau Walikota Riza Falepi dalam acara temu ramah dengan para pelaku pertanian tersebut di Balairung Rumah Dinas Kediaman Walikota di Jalan Rky. Rasuna Said Payakumbuh, Jumat (16/9) malam.

Temu ramah atau silaturahmi dengan pelaku pertanian itu juga dihadiri Sekdako Payakumbuh H. Benni Warlis, Kepala Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan yang diwakili Sekretaris Ir. Syahril dan sejumlah pimpinan SKPD terkait lainnya.

Walikota meminta jajaran Dinas Tanaman Pangan Payakumbuh untuk menyikapi Target Nasional itu dengan sentuhan program pada tahun anggaran 2017 yang dapat mengkatrol produksi yang signifikan.

Produksi padi Payakumbuh sepanjang  2015, seperti dilaporkan Syahril, baru mencatat 35.967 ton. Angka tersebut meningkat tajam 2.540 ton, jika dibandingkan dengan tahun 2014 yang hanya berjumlah 33.427 ton. Peningkatan produksi di tahun berjalan ini, tambahnya, bakal melebihi tahun sebelumnya, karena beberapa sampel yang dilakukan oleh beberapa kelompok tani (keltan) di lima kecamatan, produksinya cukup meningkat tajam. Mudah-mudahan, sampainya, di akhir tahun 2016 produksi padi Payakumbuh bakal mencapai 38 ribu ton lebih.

Dikatakan Syahril, produksi padi yang dicapai Payakumbuh sudah surplus. Artinya, Payakumbuh sudah swasembada beras. Asumsinya, jika produksi padi yang sudah 35.967 ton, jika dijadikan beras, hasilnya menjadi 21.580 ton beras.

Sementara, kebutuhan beras Payakumbuh dengan jumlah penduduk sekitar 125 ribu jiwa dan kebutuhan beras penduduk hanya 114 Kg/kapita, berarti Payakumbuh haya butuh beras 14.250 ton selama setahun. Sedangkan, produksi sudah mencapai 21 ribu ton lebih.

Namun, Walikota H. Riza Falepi tak ingin  produksi beras Payakumbuh sebatas di angka itu. Menurutnya, Target Nasional 42.000 ton padi di tahun 2017 harus dicapai dalam rangka memastikan dan menyukseskan program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Karena, kebutuhan padi bukan untuk warga kota saja, melainkan buat seluruh penduduk Indonesia dan dunia.

“Kota Payakumbuh harus berada dalam barisan daerah penghasil beras terbesar di Sumatera Barat,” tegasnya.

Walikota Riza Falepi, juga mengajak petani yang bergerak pada tanaman holtikultura untuk meningkatkan produksi. Hasil produksi sayuran Payakumbuh baru memenuhi 60% permintaan pasar. Sementara, kebutuhan 40% lagi, disuplai oleh daerah tetangga. Walikota meminta, agar seluruh jajaran pertanian melakukan pembinaan yang intensif, agar permintaan pasar 40% lagi, termasuk untuk kebutruhan daerah Riau dan Kepri dapat disuplay oleh petani Payakumbuh.

“Soal fasilitas pertanian, Pemko bersama DPRD, serta Pemprov dan Pemerintah Pusat, siap memberikan kebutuhan petani,” simpulnya.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*