Warga Aceh Mengeluh Karena Banyak Pengemis Berkeliaran

gepeng-berkeliaran-disetiap-sudut-kota-warga-aceh-mengeluhBanda Aceh, PADANGTODAY.com – Beragam corak dan model pengemis kerap ditemukan baik di lampu-lampu merah maupun yang beroperasi di warung-warung kopi yang ada di Banda Aceh. Gelandangan dan pengemis (Gepeng) sekarang sudah sangat menjamur di Banda Aceh.

Baik pengemis yang terlihat masih bugar dengan membawa serta anak balitanya. Ada juga sebagian orang buta yang dituntun oleh rekannya yang terlihat jelas masih sehat, bugar untuk melakukan pekerjaan apapun.

Belum lagi menjamurnya anak jalanan yang kerap dirazia oleh Satpol PP. Anak jalanan tersebut kerap nongkrong di sudut-sudut kota maupun di bawah kolong jembatan. Demikian juga sering terlihat di Museum Tsunami dan banyak warga menyebut mereka anak punk dengan corak pakaian yang tidak lazim.

Terlepas benar atau tidak mereka membutuhkan belas kasihan warga. Namun tidak sedikit dari warga kota Banda Aceh enggan dan merasa terganggu dengan banyaknya pengemis di Banda Aceh.

Sangat kontras terlihat ketika di lampu merah, hanya beberapa orang pemilik mobil yang memberikan uang recehnya pada pengemis. Itupun setelah pengemis setengah memaksa pada pengendera mobil.

Muhammad Amin, seorang warga kota Banda Aceh mengatakan, setiap ia duduk di warung kopi ia mendapati pengemis sampai puluhan hilir mudik di bangku ia duduk. Bahkan kerap ia temukan pengemis tersebut memiliki fisik yang kuat dan masih bugar.

Oleh karenanya, dia berharap pada pemerintah untuk menertipkan pengemis yang semakin menjamur akhir-akhir ini. Mereka menurut Muhammad harus dilakukan pembinaan dan kemudian diberikan keahlian dan modal untuk berhenti menjadi pengemis.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Aceh, Bukhari mengakui akhir-akhir ini pengemis semakin banyak dan menjamur beroperasi di Banda Aceh. Bahkan Bukhari menyebutkan Dinsos sudah pernah beberapa kali memulangkan mereka, namun selang beberapa hari kembali datang ke Banda Aceh.

“Sudah pernah kita tangkap dan memulangkan mereka, namun mereka yang sering warga seberang Seulawah (warga wilayah Timur Aceh) kembali datang ke Banda Aceh,” jelas Bukhari.

Kendati demikian, Bukhari mengaku untuk menekanangka pengemis berkurang, Dinsos Aceh telah menganggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun 2015 untuk menertipkan pengemis. Penertipan ini dilakukan dengan memberikan pembinaan di tempat penampungan khusus yang telah disediakan oleh pemerintah.(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*