Warga Binaan Lapas, Dukcapil Jemput Bola Rekam e-KTP

Padang-today.com___Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padang Pariaman, Sumbat, terus melakukan fasilitasi agar hak pilih warga Kabupaten Padang Pariaman pada Pilpres dan Pileg 2019 dapat digunakan dengan sebaik-baiknya.

Bersama Ketua KPU Padang Pariaman, Zulnaidi, SH., Kadisdukcapil Muhammad Fadhly meninjau pelaksanaan perekaman warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pariaman di Karan Aua. Turut mendampingi Kepala Lapas Kelas IIB Pariaman Pudjiono Gunawan.

Perekaman ini dilakukan untuk mensukseskan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilihan Anggota Legislatif pada 17 April 2019 mendatang.

Disdukcapil di daerah itu melakukan kerjasama dengan Lapas Kelas IIB Pariaman, KPU dan Bawaslu dalam melakukan pendataan hak pilih warga binaan.

Muhammad Fadhly menjelaskan bahwa sebanyak 317 dari total lima ratus orang lebih warga binaan di Lapas Kelas IIB Pariaman berasal dari Kabupaten Padang Pariama.

“Kita akan melakukan verifikasi terhadap 317 data warga binaan secara detail dan akan dilakukan tindaklanjut terhadap data tersebut.,” kata Fadly.

Bagi yang belum merekam data biometrik e-KTP. pihaknya segera melakukan rekam, bagi data yang masih berada di luar daerah, pihaknya akan menjelaskan kepada KPU.

“Prinsipnya, semua warga binaan harus dapat menggunakan hak pilihnya”, terang Fadly.

Ketua KPU, Zulnaidi mengatakan,  pihaknya bersama Dukcapil  juga melakukan pendataan terhadap penghuni ruang tahanan yang ada di Kepolisian Resort Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman.

“Semuanya akan kita fasilitasi agar terdata sebagai pemilih dan dapat menggunakan hak pilihnya”, jelas Zulnaidi SH.

Pelayanan jemput bola perekaman data e-KTP terhadap warga binaan lapas tersebut mulai dilakukan tanggal 17 sampai dengan 19 Januri 2019.

Permasalahan data warga binaan umumnya karena belum melakukan perekaman data biometric e-KTP dan belum memiliki KTP elektronik.(suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*