Warga Padangpariaman Diminta Perkuat Keagamaan Tangkal Narkoba

Photo Ilustrasi Pemusnahan Miras dan Narkotika

Advertisements

Padang-today.com__Pemerintah Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat (Sumbar) meminta warga di daerah itu untuk memperkuat keagamaan guna menangkal pengaruh penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak generasi bangsa.

Saat ini Padangpariaman tercatat sebagai daerah peringkat tiga terbanyak kasus penyalahgunaan narkoba di Sumbar,” kata Asisten Pemerintahan Kabupaten Padangpariaman, Idarussalam saat sambutan pada Penyuluhan Pencegahan Peredaran Minuman Keras dan Narkoba kepada generasi muda dan tokoh masyarakat di daerah setempat, Parit Malintang, Selasa 17-04-2018.

Ia mengatakan agar daerah itu tidak lagi ada kasus penyalahgunaan narkoba maka diperlukan peran warga dengan meningkatkan pengajaran keagamaan baik di rumah, masjid maupun musala kepada generasi muda.

Pengajaran tersebut mulai dari masuknya salat magrib hingga usai isya sehingga generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh penyalahgunaan narkoba.

Kalau di rumah maka juga terjalin kedekatan dengan anak. Saat itu ciptakan diskusi dengan anak,” katanya.

Sedangkan pengajaran agama di masjid dan musala bisa melalui program magrib mengaji yang keuntungan lainnya yaitu menjalin persahabatan dengan orang-orang mau mempelajari agama.

Menurutnya jika pengajaran agama dapat ditingkatkan kepada generasi muda maka tidak saja pengaruh penyalahgunaan narkoba bisa ditekan namun juga minuman keras dan lesbian, gay, biseksual, serta transgender.

Ia juga meminta kepada warga di daerah itu untuk memperhatikan orang-orang yang baru masuk ke lingkungan warga tersebut karena dikhawatirkan dapat memberi pengaruh negatif pada generasi muda.

Takutnya orang yang baru masuk tersebut pengedar narkoba atau suka minum minuman keras. Namun apabila dari pengamatan bersih maka terima mereka dengan baik,” ujarnya.

Ia berharap peserta yang terdiri dari sejumlah pemuda dan tokoh masyarakat pada kegiatan penyuluhan tersebut dapat menyampaikannya ke pada warga lainnya di daerah itu sehingga peredaran narkoba dan pengaruh negatif lainnya dapat ditekan.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Kepolisian Resor Kabupaten Padangpariaman, Iptu Edi Harto menyebutkan pada 2017 kasus narkoba di kepolisian tersebut tercatat 30 kasus sedangkan 2016 mencapai 42 kasus. “Lalu untuk tahun ini sudah ada tujuh kasus,” kata dia.

Ia menyatakan pihaknya akan terus menekan angka penyalahgunaan narkoba di daerah itu agar generasi muda tidak terpengaruh oleh barang haram tersebut. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*