Warga Payakumbuh, Lagi-Lagi Gantung Diri, Sebabnya Belum Diketahui

Ilustrasi Gantung Diri

Ilustrasi Gantung Diri

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com–Kelurahan Padang Sikabu, Kecamatan Lamposi Tigo Nagori, digegerkan dengan ditemukannya salah seorang warga setempat tewas gantung diri. Rino alias Tegar (29) ditemukan tak bernyawa pada Minggu (24/5) sekitar pukul 12.40 Wib.

Jasad korban yang pertama kali ditemukan oleh bapaknya sendiri bernama Suhatril (63). Saat itu, orang tua korban hendak ke sumur yang berada di sebelah rumah untuk berwudlu sholat Dzuhur. Dalam beberapa langkah, bapak korban terkejut setelah memandang, adanya sesosok mayat tergeletak sekitar belasan meter dari dia berjalan.

Karena penasaran, Suhatril mencoba mendekati sesosok mayat tersebut dalam posisi tertelungkup. Ketika di lihat dengan seksama, ternyata mayat itu adalah anaknya sendiri. Suhatril langsung histeris dan berteriak minta tolong.

”Kita belum bisa memastikan, apa motif gantung diri ini. Tetapi dari hasil pemeriksaan sementara, korban tewas murni gantung diri. Pihak keluarga sempat menolak untuk diotopsi,” ujar Kapolres Payakumbuh AKBP Yuliani SH, Minggu (24/5) di Mapolres.

Tewasnya Tegar ini, menambah panjang deretan kasus gantung diri Luak Limopuluah (Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota) selama tiga tahun terakhir ini. Setidaknya sudah 18 warga Luak Limopuluah gantung diri. Dengan rincian, 11 orang di 2013, 2 orang di 2014 dan 5 orang di 2015.

Korban gantung diri 2013 lalu, yakni pada 16 Januari 2013 dengan korban Samsuritar (45) Jorong Koto Ronah, Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan. Aksi nekad korban disebabkan faktor ekonomi dan persoalan dalam keluarga.

Kemudian pada 2 Mei 2013 dilakukan Johan (20) Warga kelurahan Padang Datar, Kecamatan Payakumbuh Barat gantung diri diduga mengalami stres. Empat hari kemudian, pada 6 Mei 2013, korban yakni Hendri (42) Jorong Baliak, Nagari Gunuang Malintang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota.

Pada 21 Mei 2013, aksi nekad dilakukan guru honorer bernama Ernawati (28) warga Jorong Mungka Tangah, Nagari Mungka, Kecamatan Mungka. Kuat dugaan, korban gantung diri karena gangguan jiwa pasca melahirkan.

Selanjutnya, korban Sohiran (70) warga Jorong Subarang Pasa, Nagari Manggilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru ditemukan tewas gantung diri pada 7 Juni 2013. Korban diduga stres akibat memikirkan permasalahan ekonomi.

Pada 18 Juni 2013, gantung diri dilakukan kakek bernama Bachtiar ( 82 ) warga Jorong Pakanraba’a, Nagari Batupayuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban. Korban nekat mengakhiri hidupnya karena putus asa penyakit yang diderita tak kunjung sembuh.

8 Juli 2013 aksi nekad dilakukan Musfaldi alias Ateng (39) warga Jorong Koto Tangah, Nagari Lubuak Batingkok, Kecamatan Harau. Korban nekad gantung diri karena penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh.

Sehari kemudian, 9 Juli 2013, gantung diri dilakukan Yusri (53) warga Jorong Koto Tangah, Nagari Koto Tangah Kecamatan Bukik Barisan akibat putus asa penyakit yang diderita tak kunjung sembuh. Tiga hari kemudian, 12 Juli 2013 seorang ibu rumah tangga bernama Yusmarida (45) warga Jorong Batu Balah, Nagari Gunuang Malintang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, ditemukan tewas gantung diri akibat faktor ekonomi.

Selanjutnya, pada 13 September 2013, korban Hawariyun (56) salah seorang warga di Jorong Piladang, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Akabiluru, ditemukan tewas gantung diri. Pada 2 Oktober 2013, pelajar kelas VIII di SMPN 3 Harau, bernama Abdul Hamid (16) turut nekad gantung diri.

Pada tahun 2014, kasus gantung diri menurun di Luak Limopuluah. Sepanjang 2014, hanya 2 kasus gantung diri. Yakni pada 27 September 2014 dengan korban Hendri (32) warga Lokuang Nagari Simpang Sugiran Kabupaten Lima Puluh Kota. Dan 27 Oktober 2014 dengan korban Dede (17) warga kelurahan Subarang Batuang, Kecamatan Payakumbuh Barat Kota Payakumbuh.

Di tahun 2015 ini, gantung diri kembali meningkat. Hingga Mei saja, sudah 5 warga nekat gantung diri. Yakni Zulfahmi (57) warga di kelurahan Limbukan, Kecamatan Payakumbuh Selatan pada 7 Januari 2015. Korban mengalami stress berat dan berhalusinasi dikejar-kejar orang lain. Akhirnya korban nekat gantung diri.

Kemudian, 29 Maret 2015 oleh mahasiswa Unand jurusan Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Korban bernama Khairul Anwar (21) merupakan warga Nagari Taeh, Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Limapuluh Kota.

Selanjutnya, pada 3 April 2015, korban Andaluzi (32) warga Nagari Koto Tangah, Kecamatan Bukit Barisan,Kabupaten Limapuluh Kota nekat gantung diri akibat stress memikirkan persoalan ekonomi keluarga.

Gantung diri selanjutnya, pada 10 April 2015 dengan korban Deri (37) Warga Jorong Padang Ambacang, Nagari Situjuah Bandar Dalam, Kecamatan Situjuah Limo Nagari. Korban diduga stres akibat penyakit yang dideritanya. Dan yang terakhir, gantung diri yang dilakukan Tegar (29) pada Minggu (24/5) kemarin.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*