Warga Purus III Gunakan Air Tanpa Meteran Tunggakan Tagihan Pembayaran Air Hingga Satu Tahun Lebih

Direktur Umum PDAM Kota Padang Andi Taswin, SH, MM didampingi Kapolsek Padang Barat ketika menemukan penyalahan penggunaan air  PDAM di Purus III. Kecamatan Padang Barat.

Direktur Umum PDAM Kota Padang Andi Taswin, SH, MM didampingi Kapolsek Padang Barat ketika menemukan penyalahan penggunaan air PDAM di Purus III. Kecamatan Padang Barat.

Advertisements

PADANG, PADANGTODAY.com-Direktur Umum PDAM Kota Padang Andi Taswin, SH, MM bersama aparat kepolisian geram ketika melihat dan menumukan warga Purus III menggunakan Air PDAM tanpa meteran. Malahan ada pula yang sengaja menyedot aliran air dengan mesin penyedot air, sehingga air mengucur deras melalui kran yang disediakannya. Semakin di periksa instalasi pipa air di kawasan Purus III tersebut, ternyata memang banyak saluran air yang ditambah sendiri oleh warga dan tanpa meteran. Dan dlihat pula dari tagihan pembayaran, juga banyak yang menunggak lebih dari satu tahun. Maka, semua pipa aliran yang menyelahi aturan itu, terpaksa di putuskan pihak petugas PDAM, Jumat (18/4).

Akibatnya warga Purus III jadi resah dan berusaha memberikan keterangan agar saluran air ke rumahnya tidak diputus petugas PDAM. Dan banyak pula yang menyampaikan, bahwa air susah mengalir semenjak kejadian gempa tahun 2009 lalu. Air baru hidup pukul tiga dini hari setiap hari, menyusahkan sekali, sedang enak tidur harus bangun untuk menampung air. Begitulah kejadianya, kata mereka kepada Direktur Umum PDAM Kota Padang Andi Taswin.

“Pihak PDAM juga menanyakan, saluran air PDAM bapak pakai meteran. Mereka menjawab, tidak, sebab kalau pakai meteran airnya tidak keluar, untuk itu meterannya dilepas. Tidak ada hubungan pakai meteran air tidak keluar, lalu dicopot meteran air mengalir deras. Ini tidak masuk akal alasannya,” balas Direktur Umum PDAM Andi Taswin.

Setelah dilihat dari data-data pembayaran tagihan rekening air mereka, ternyata telah lama sekali menunggak, malahan sampai melebihi satu tahun. Yaa, sementara putus dulu saluran air mereka.

Mereka yang ditemukan memakai air tanpa meteran, pipa disambung sendiri, dan ada pula yang menyambung dengan slang. Ditambah lagi menggunakan mesin untuk menyedot air, semuanya telah menyalahi aturan. Mereka menunggak pembayaran tagihan air, harus menyelesaikannya ke kantor PDAM. Setelah permasalahannya selesai, maka istalasi pipa dibenahi dan di tata di Purus III itu, baru dihidupkan kembali aliran air PDAM ke rumahnya, tandas Andi Taswin.

Jadi, suka atau tidak suka kondisi yang diberikan pihak PDAM Kota Padang harus diterimanya, karena perbuatan yang dilakukannya telah menyalahi aturan yang telah ditentukan. Memang kalau dilihat dari kondisi ekonomi mereka, memprihatinkan. Tapi, tindakan yang dilakukan semena-mena saja juga mengjengkelkan. Tapi, yang jelas setiap persoalan pasti ada jalan keluarnya.(admin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*