Warnet “Dalang” Kejahatan Remaja, Batasi Jam Pelajar

Kapolsek Iptu Yunaldi,.

Kapolsek Iptu Yunaldi,.

Advertisements

Padangpanjang, PADANGTODAY.com-Maraknya tindak kejahatan yang melibatkan kalangan remaja dan anak-anak, dinilai sebagai salah satu tingginya pengaruh perkembangan tekhnologi. Hal itu diungkapkan Kapolsek Kota Padangpanjang, Minggu (26/4) kemarin siang.

Iptu Yulandi menilai, salah satu faktor yang mendorong terjadinya tindak kejahatan dengan pelaku dari kalangan usia pelajar akibat minimnya pengawasan serta batasan penggunaan jasa warung internet (warnet). Pembiaran terhadap kalangan pelajar memanfaatkan jasa warnet, akan menanamkan rasa butuh yang berkesinambungan atau kecanduan bagi anak-anak.

“Semula mungkin hanya untuk melepas hobi bermain game online. Namun karena keseringan dan kemudian jatuh pada kecanduan, ini akan mendorong si anak “aktif” mencari jalan guna mendapatkan uang untuk bisa melepaskan hobi yang telah berubah menjadi kecanduan,” tutur Yulandi.

Selain tingkat kecanduan terhadap berbagai permainan game online, batasan waktu yang tidak diberlakukan secara tegas oleh pemilik atau pengusaha warnet dan pemerintah dengan peraturannya, juga sebagai salah satu bentuk pembiaran. Bahkan hal tersebut dinilai juga sebagai faktor terjadinya kejahatan asusila di tingkat peserta didik.

“Mungkin dengan dilakukan batasan secara tegas bagi anak-anak atau remaja usia sekolah dalam menggunakan jasa internet, dapat meminimalisir terjerumusnya pada dunia kejahatan. Sebab, makin lama menelusuri dunia maya banyak hal yang tidak sepantasnya didapatkan mereka. Di antaranya, kegandrungan game online bisa berubah dan berlanjut kacanduan judi online dan perilaku asusila,” ungkap Yulandi.

Sebagai bukti terjerumusnya pelajar pada tindak kejahatan akibat pengaruh warnet, yakni salah seorang pelaku tindak pencurian dari daerah tetangga yang beroperasi di Padangpanjang baru-baru ini. Pelajar berusia 17 tahun yang diskor dari sekolah karena tidak membayar uang sekolah, terlibat persekongkolan dengan kawanan pencuri.

“Pengakuan yang kami terima dari tersangka masih di bawah umur tersebut, di skor dua bulan karena uang sekolahnya dihabiskan untuk bermain di warnet. Dan bisa kita pastikan, yang bersangkutan kecanduan judi online. Di sini kita lihat bahwa peran semua pihak seperti orangtua, guru, pemerintah dan pelaku usaha jasa warnet sangat diharapkan guna mengantisipasi meningkatnya pelaku tindak kejahatan di kalangan usia sekolah,” pungkas Yulandi. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*