WP Patuh Untuk Kemandirian Pembangunan

PADANG, PADANGTODAY.com– Sukses atau tidaknya pencapian penerimaan pajak menompang APBN yang di tetapkan setiap tahun, dari penerapan teknologi sistem regulasi perpajakan serta knirja aparat pajak di tanah air. Hal tersebut tidak akan maksimal tanpa ada dukungan dan kemauan dari masyarakat untuk ikut peduli membangun bangsa ini melalui dan menjadi “pahlawan pembangunan.” Butuh kekuatan dari semua pihak, tanggung jawab bersama untuk membayar pajak.

Hal itu terungkap dalam Silahturahmi Kantor Pelayanan Pajak(KPP) Pratama PAdang, Pemda, Wajib Pajak (WP) dalam rangka peningkatan kemandirian pembangunan bangsa melalui pajak, Selasa (9/9).

Dalam kesempatan ini sekitar 80% orang WP Kota Padang, Plh Kakanwil Direktorat Jendral Pajak (DJP) Sumbar-Jambi Sugiri Tajenegara, Kepala KPP Pratama Budi Gunawan Walikota Mahyeldi, Ketua DPRD PAdang Emnu Azamri, Ktua Bidang Fatwa MUI Sumbar Gusrizal Gazahar dan uandangan lainnya.

Plh Kakanwil DJP  Sumbar-Jambi Sugiri Tajenegara, Mengungkapkan DJP memilki tugas berat yakni, mengumpulkan pajak dari masyarakat untuk selanjutnya dimasukan ke dalam kas negara. Dan pajak ini nantinya digunakan kembali untuk pembangunan di tanah air dan mensejahterakan masyarakat. ” Sekitar 76 persen penerimaan negara berasal dari pajak dan cukai. Berat, karena itu perlu sinegri antara Djp, Pemda dan WP untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak,”ungkap sugiri.

DJP  Sumbar-Jambi tahun ini memilki target besarRp 6,9 triliun. Dan hingga saat ini baru tercapai 50,73 persen atau lebih rendah dari pencapaian nasional yang sudah mencapai 57 persen. ” perlu upaya besar untuk mencapai target. Bagi WP atau badan yang belum bayar pajak diharapkan bisa membayar pajak,”ungkap sugiri yang menyambut, bagi sabagian orang, pajak mungkin ditakuti, padahal tidak.

Sementara itu, kepala KPP Pratama Padang, Budi Gunawan Mengatakan, wajib pajak merupakan pelaku utama dalam proses pemungutan pajak, yang memberikan kontribusi sangat besar untuk pembangunan. Masyarakat harus taat membayar pajak karena pajak penting untuk dana membangun negara yang ujungnya untuk peningkatan kesejahteraan.

Kita berharap ada pemerataan. Tidak ada masalah dalam membayar pajak kepada KPP Pratama sebagai otoriter pemerintah pusat. KPP Pratama PAdang berusaha memn=beri pelayanan terbaik untuk WP sebagai hak-hak yang memang harus di dapat oleh WP,” ungkap Budi Gunawan.

Katanya, pengelolahan penerimaan pajak dilakukan melalui reformasi perpajakan yang mencakup reformasi kebijakan dan administrasi. Reformasi administrasi perpajakn dilakukan dengan tujuan meningkatkan kepatuhan sukarela wajib pajak untuk memenuhi wajib pajak, perpajakan melalui modernisasi perpajakan. ” Semoga kepatuhan dan kesadaran membayar pajak terus berkembangdi Kota Padang ini,” Terang Budi Gunawan.

Sementara Walikota Padang Mahyeldi mendukung DjP Sumbar-Jambi dan jajaran, termasuk KPPPratama Padang dalam meningkatkan kepatuhan WP. Ia mengakui jika pajak memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan di daerah.

“Kepatuahan para wajib pajak yang selama ini berperan aktif memberikan kontribusi terhadap penerimaan daerah dalam hal menopang pembangunan di Kota Padang, baik melalui PAD maupun hasil pajak,” kata Mahyeldi.

Dalam silaturahmi itu DjP Sumbar-Jambi dan KPP Pratama Padang Memberikan penghargaan kepada WP patuh dan tau membayar pajak. Diantaranya, Rusdi, Darman, Suwagito, Jimmy, M Arif Rusdi Rusli. Selain Itu beberapa WP di Padang juga memberikan  testimoni tentang pajak. Mereka mengajak para WP lainnya, atau badan, perusahaan agar tidak takut dengan petugas pajak. Karena dengan membayar pajak maka akan mendukung pembangunan di Kota Padang, dan Indonesia umumnya.(dil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*