Yon Andri: Sejak Tahun 2011 Tidak Ada Perubahan Data BPS Tanah Datar

 

kepala BPS Tanah Datar, Yon Andri.

kepala BPS Tanah Datar, Yon Andri.

Tanah Datar, PADANGTODAY.com-Emilia keluarga miskin yang beralamat di Jorong Gurun, Nagari Gurun, Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar, yang semenjak beberapa bulan terakhir dia tidak lagi mendapatkan bantuan raskin yang biasa ia terima, berdasarkan keterangan Wali Nagari Gurun Darlis D menyatakan bahwa, nama KK atas nama suami Emilia Akhiar telah tidak masuk lagi dalam daftar keluarga miskin hasil dataan BPS yang mendata masyarakat miskin dan kurang mampu di Nagari Gurun. Dari 202 keluarga miskin yang dulu terdata sekarang telah di kurangi menjadi 118 KK yang tergolong miskin oleh pegawai petugas yang mendata di BPS di Nagari Gurun.

Dikonfirmasi PADANGTODAY.com Rabu, (05/11) kepala BPS Tanah Datar, Yon Andri mengatakan “pendataan BPS untuk keluarga miskin dilakukan terakhir kali pada Oktober-November 2011, setelah itu BPS tidak pernah melakukan perubahan data dari jumlah keluarga miskin yang ada di Tanah Datar sampai tahun 2014 ini” ujarnya.

Petugas pendataan yang di tunjuk oleh BPS, merupakan warga tiap-tiap nagari yang di rekomendasikan oleh Wali Nagari, yang di bekali dengan pelatihan dan di berikan juklak dan juknis tata cara dalam penentuan syarat-syarat mengelompokkan keluarga miskin.

BPS dalam hal ini hanya bertugas mendata, kemudian data yang ada di serahkan ke TNP2K (Team Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan) di Jakarta.

Penentuan jumlah keluarga miskin yang menerima bantuan Jamkesmas dan KPS (kartu perlindungan sosial ) berdasarkan data yang di tentukan TNP2K, yang di serahkan kepada pemerintah daerah.

Berdasarkan data ini pemerintah daerah beserta jajaran baik Nagari ataupun Jorong membagikan KPS, Jamkesmas maupun raskin.

“Setiap keluarga miskin tentu akan mendapatkan KPS (kartu perlindungan sosial) keluarga yang mendapatkan kartu ini tentu akan mendapatkan juga jatah raskin dari pemerintah, untuk tahun 2014 terhitung Januari data yang di pakai oleh nagari untuk menyalurkan KPS kembali lagi ke data yang di keluarkan TNP2K tahun 2011, “tambahnya.(romi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*