Yutiardy Rivai, Masyarakat Tak Perlu Panik Menghadapi Virus Corona

 

Yutiady bersama Azman Abnur

Padang-today.com – Awal tahun 2020 masyarakat dunia digegerkan oleh wabah penyakit mematikan yang disebabkan oleh Novel Coronavirus (2019-nCov) atau  yang kian dikenal dengan sebutan virus corona. Virus corona pertama ditemukan di wilayah Wuhan, China.

Dalam waktu yang tidak lama, masyarakat global pun disibukkan oleh upaya-upaya pencegahan, terhadap penyebaran virus corona yang menular dari manusia ke manusia  tersebut. Tak terkecuali Pemerintah Republik Indonesia (RI).

Kasus virus corona di Wuhan, China telah menelan korban jiwa dan bahkan ada yang sembuh. Sebagai contoh jika seseorang terkena flu, tidak minum obat pun juga bisa sembuh karena virus dengan umurnya bisa mati sendiri. Artinya, dengan usia seseorang dapat menangkal berjangkitnya virus tersebut.

Di lain pihak, di dalam tubuh manusia juga terdapat interferon, yaitu protein alami yang diproduksi oleh tubuh sebagai respons tubuh dalam melawan senyawa-senyawa berbahaya, seperti virus.

Jika produksi interferon cukup maka virus bisa terkendali pertumbuhannya dan mati sendiri. Namun kalau sudah berusia tua dan ada penyakit yang disertai, produksi interferon tidak cukup optimal dan virus bisa tumbuh terus.

Masyarakat diimbau tidak perlu panik, meski kemungkinan penyebaran virus corona melalui sejumlah pintu gerbang internasional (seperti bandara maupun pelabuhan internasional) tetap terbuka.

“Sepanjang masyarakat memahami gejala, karakteristik serta cara-cara pencegahannya, masyarakat penting melakukan beberapa antisipasi secara mandiri, terhadap ancaman penyebaran virus corona,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Padang Pariaman, Yutiardy Rivai usai jumpa perss di Media Centre kantor Bupati Padang Pariaman.

Menurutnya, virus corona merupakan virus baru penyebab penyakit saluran pernafasan. Virus ini memiliki kedekatan dengan virus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS).

Penularan virus corona ini, sangat cepat terutama melalui manusia ke manusia. Sehingga masyarakat harus mengetahui gejala klinis apa saja yang perlu diwaspadai guna mencegah penyebaran virus corona tersebut.

Gejalanya meliputi batuk, demam, kesulitan bernapas. Lalu ada riwayat kontak dengan pasien positif terkena virus corona serta yang bersangkutan punya riwayat melakukan bepergian ke luar negeri.

“Jika ada yang mengalami gejala seperti itu, maka segera periksakan diri ke pelayanan kesehatan atau rumah sakit, supaya bisa segera bisa dicek dan memperoleh tindakan medis yang semestinya,” kata dia.

Ia juga menyampaikan, terdapat beberapa tip yang bisa dilakukan untuk mencegah virus corona. Yakni dengan membiasakan diri melakukan cuci tangan yang bersih dengan sabun antiseptik. Terutama setelah habis bepergian, karena kebiasaan mencuci tangan ini sangat penting.

“Karena tangan kita kan sering menyentuh pegangan pintu, pegangan tangga dan lainnya, maka dikhawatirkan tangan kita bisa terkena virus,” kata dia.

Selain itu, juga penting selalu menggunakan masker saat keluar rumah, mengonsumsi gizi seimbang, memperbanyak asupan sayur dan buah, menjaga kebugaran tubuh, menghindari sumber infeksi, rajin olahraga dan istirahat cukup.

Sangat tidak disarankan mengonsumsi daging yang tidak dimasak. “Jika sedang menderita flu, jangan keluar rumah supaya tidak jadi sumber infeksi,” jelasnya.

Yutriadi juga menyampaikan, di Padang Pariaman, belum ditemukan kasus penderita yang positif terjangkit virus corona ini. Namun pemerintah telah siaga dalam menyikapi penyebaran virus corona ini.

Misalnya dengan melakukan penyemprotan Disinfektan di berbagai fasilitas umum yang cukup ramai dikunjungi masyarakat serta memasang alat detektor panas tubuh.

Yutiardy menambahkan untuk menyikapi merebaknya covid-19 itu, pihaknya telah berupaya dalam penanganan medis di wilayah itu. Pihaknya bersama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Puskesmas-puskesmas yang ada di wilayah Padang Pariaman, melakukan upaya bagaimana alur penanganan virus corona dari asal pasien hingga ke RS Rujukan melalui fasilitas hotline PSC 119 yang dibuka selama 24 jam.

Untuk mengantisipasi virus corona ini Dinas Kesehatan Kab padang pariaman membuka Call Center 24 Jam yaitu “PSC 119”. Jika ada masyarakat yang Suspect atau terduga terkena virus corona agar menelpon call center 119 untuk merujuk masyarakat tersebut ke RS yang telah di tunjuk sebagai RS Rujukan kasus virus corona.

“Dinas kesehatan beserta lintas sektor siap untuk mengantisipasi kasus virus corona ini dengan melakukan sosialisasi ke masyarakat dan membuat alur penanganan virus corona,” tutupnya. (SgR)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas